mata kuliah: pembelajaran PKN di SD
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
PR atau Pekerjaan Rumah yang
sering diberikan oleh guru pada akhir pembelajaran sangat membantu siswa untuk
bisa lebih memahami materi yang diberikan oleh guru. Karena siswa mengulang
materi dirumah dan dapat mampu menimbulan minat siswa. Tetapi ternyata adanya
tugas rumah yang diberikan oleh guru terkesan masih membebani siswa karena
tugas yang diterima siswa bukan hanya satu melainkan bisa lebih dalam satu
hari. Pemberian tugas ini harus sangat jelas. Karena banyak hambatan yang
diperoleh
Pemberian tugas rumah adalah
salah satu metode dalam proses belajar mengajar dan mempunyai tujuan dan fungsi
yaitu dengan melaksanakan tugas siswa
akan aktif belajar dan terangsang untuk bertanggung jawab serta meningkatkan
belajar yang lebih baik. Dengan PR juga siswa di didik disiplin disekolah atau
dirumah. Tugas rumah berarti bisa untuk
mengajarkan siswa memanajemen waktu
yaitu mengatur waktu kapan harus belajar dan bermain agar tidak
berbenturan dengan kegiatan lainnya.
Setelah itu PR bisa
membantuk orang tua bagaimana kegiatan anaknya disekolah apakah mengikuti
pelajaran atau tidak. Antara orang tua dan anak dirumah bisa semakin erat
hubungannya karena setelah siswa selesai mengerjakan tugas orang tua memeriksa
kembali pekerjaan rumah anaknya.
Pekerjaan rumah juga bisa
digunakan sebagai strategi karena pekerjaan rumah melibatkan siswa untuk
mengerjakan tugas yang dikerjakan dirumah. Respon siswa dalam menerima
pekerjaan rumah juga harus diperhatikan karena siswa yang rajin lebih menerima
tugas yang merasa tertantang tetapi untuk siswa yang malas akan merasa berat
jika mendapat tugas yang berat.
Selain siswa yang harus
serius mengerjakan tugas rumah, guru juga harus serius mengevaluasi hasil
belajar siswa. Tidak boleh memihak kepada siswa yang malas atau rajin guru
harus adil. Karena jika guru malas mengoreksinya siswa yang melihat gurunya
akan merasa malas juga. Adanya penghargaan terhadap diri sendiri, karena jika
siswa mengerjakan tugas dengan benar ada kemungkinan mendapat nilai bagus serta
mendapat pujian dari guru, orang tua dan teman.
Dengan latar belakang
penulis yang saya tulis diatas saya ingin mengetahui sejauh mana tugas rumah
itu dapat meningkatkan prestasi siswa. Karena masih banyak siswa yang tidak
mengerjakan tugasnya sendiri. Tugas rumah atau PR tetap tidak bisa menadi acuan
untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, tapi itupun termasuk menjadi usaha
siswa agar mau belajar dan mengulang materinya kembalinya.
A. Identifikasi Masalah
Menurut
latar belakang masalah yang dibahas diatas, maka penulis dapat mengidentifikasi
masalah sebagai berikut :
1. Apakah Pengaruh Pemberian Tugas Rumah Terhadap Prestasi
Belajar Siswa?
2. Apakah Terbukti Pemberian Tugas Rumah Terhadap Prestasi
Belajar Siswa?
3. Faktor apa saja yang mempengaruhi prestasi belajar siswa?
4. Seberapa besar pemberian tugas rumah dapat mempengaruhi
Prestasi Belajar siswa?
5. Mengapa pemberian Tugas rumah dapat meningkatkan prestasi
belajar siswa?
6. Apa manfaat tugas rumah untuk prestasi belajar siswa?
7. Apakah ada hubungan antara motivasi belajar siswa dalam
mengerjakan tugas rumah untuk meningkatkan presasu belajar siswa?
8. Bagaimana tekhnik tekhnik pemberian tugas rumah agar bisa
meningkatkan prestasi belajar siswa?
9. Apakah siswa yang diberikan tugas rumah dengan yang tidak diberikan
tugas rumah terdapat perbedaan prestasi belajar siswa?
10. Apakah ada peran orang tua dalam penyelesaian tugas rumah sehinga
terdapat motivasi bealajar siswa?
B. Batasan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang
Masalah dan Identifikasi masalah maka penulis membatasi masalah pada faktor
yang akan dijadikan fokus. Dan adapun ruang lingkup yang menjadi fokus masalah
adalah hubungan antara tugas rumah dengan prestasi belajar siswa.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang
masalah, identifikasi masalah serta pembatasan masalah maka masalah dalam
penelitian ini adalah : “Bagaimana
Pengaruh Pemberian Tugas dengan Hasil Belajar”
D. Tujuan Penelitian
1.
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari
pemberian tugas.
2.
Untuk mengetahui prestasi belajar siswa jika
diberikan tugas rumah.
3.
Untuk mengetahui perbedaan prestasi siswa
yang diberikan tugas rumah dengan yang tidak diberikan tugas rumah.
E.
Manfaat
Hasil Penelitian
Hasil
dari penelitian berguna untuk pihak-pihak di bawah ini:
1. Bagi
siswa
Untuk
menambah motivasi siswa dalam mengerjakan tugas rumah dengan semangat karena
akan menambah nilai siswa jika dinilai masih kurang.
2. Bagi
guru
Untuk
mengevaluasi kinerja seorang guru, apakah pemberian tugas itu bisa meningkatkan
prestasi belajar siswa. Diharapkan
dijadikan dasar pemikiran dalam pengambilan keputusan guru dalam memilih metode
yang tepat dalam kegiatan pengajaran.
3. Bagi
orang tua
Mengetahui
sejauh mana siswa mengikuti pembelajaran disekolah atau tidak karena orang tua
bisa melihat bagaimana siswa mengerjakan tugas rumah tersebut.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
A.
Kajian
Teori
a.
Hakikat
pembelajaran
1. Pengertian
Belajar
Belajar
adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan,
meningkstkan keteramilan, memperbaiki perilaku sikap, dan mengokohkan
kepribadian. Belajar diartikan sebagai
aktivitas pengembangan diri melalui pengalaman, bertumpu pada kemampuan diri
belajar di bawah bimbingan pengajar. Sedangkan mengajar diartikan sebagai
aktivitas mengarahkan, memberikan kemudahan bagaimanan cara menemukan sesuatu
(bukan memberi sesuatu) berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh pelajar.
(Tirtarahardja & Sula, 2000 : 51).
Sardiman,
A.M. (2000 : 21) mendefinisikan ”belajar adalah berubah” dan ”penambahan
pengetahuan”. Dalam hal ini yang dimaksud belajar akan membawa suatu perubahan
pada individu-individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan
penambahan ilmu pengetahuan, tetapu juga berbentuk kecakapan, ketrampilan,
sikap, pengertian, harga diri, minat, waktu, penyesuaian diri. Jelasnya
menyangkut segala aspek organisme dan tingkah laku pribadi seseorang. Dapat
dikatakan juga bahwa belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga,
psiko-fisik untuk menunjuk ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang
berarti menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif, efektif dan
psikomotorik.
Hasil
dari perubahan-perubahan n itu dapat
berupa perubahan tingkah laku, prestasi belajar, sikap dan sebagainya. Dilihat
dari pengertian diatas bisa disimpulkan bahwa belajar adalah perubahan tingkah
laku dari yang tidak bisa menjadi bisa dan jika seseorang mampu mengulangi
kembali materi yang telah dipelajarinya.
2. Pengertian
Pekerjaan Rumah/Resitasi
Menurut
Oemar Hamalik (1984: jilid II: 94), ialah sebagai berikut: “Pekerjaan rumah
ialah suatu tugas yang diberikan oleh guru kepada murid-murid, tugas mana
dikerjakan dan diselesaikan serta dipecahkan di rumah, dalam hubungannya dengan
suatu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. Pekerjaan rumah memberikan
kesempatan belajar di rumah dan kegiatan-kegiatan ini merupakan pelengkap bukan
sebagai duplikat dari kegiatan belajar di sekolah. Pekerjaan rumah mengandung 3
(tiga) unsur yakni:
a)
unsur tugas
b)
unsur belajar (home study)
c)
unsur penilaian.
3. Metode
Pemberian Tugas Rumah/Resitasi
Metode
penugasan merupakan cara penyajian bahan pelajaran. Pada metode ini guru
memberikan seperangkat tugas yang harus dikerjakan peserta didik, baik secara
invidual atau kelompok. Langkah-langkah yang harus diperhatikan guru pada saat
pemberian tugas:
a. Tugas
harus diberikan secara jelas terutama tujuan penugasan dan cara pengerjaannya.
Oleh karena itu cara pengerjaannya harus dikomunikasiin kepada peserta didik
agar tahu tugas yang harus dikerjakan.
b. Tugas
yang diberikan harus dapat dipahami peserta didik, kapan mengerjakannya,
bagaimana cara mngerjakannya, berapa lama harus dikerjakan, secara individu
atau kelompok dan lain-lain.
c. Apabila
tugas itu adalah tugas kelompok, arus diupayakan agar seluruh anggota kelompok
dapat terlibat aktif dalam proses penyelesaian tugas.
d. Perlu
diupayakan guru mengontrol proses penyelesaian tugas yang diseleikan oleh
peserta didik. Jika dikerjakan dikelas guru bisa mengontrol dengan cara
berkeliling dan memberikan motivasi dan bimbingan terutama bagi peserta didik,
tetapi jika diluar rumah guru bisa menanyakan sampai sejauh mana siswa sudah
selesai mengerjakannya.
e. Melakukan
penillaian secara proporsional terhadap tugas-tugas yang dikerjakan peserta
didik. Penilaian tidak hanya pada hasil kerja siswa tetapi dalam proses
mengerjakan tugas tersebut.
4. Pengertian
Prestasi Belajar
Prestasi
bealajar adalah suatu hal yang sudah dicapai oleh seseorang setelah mengikuti
proses pembelajaran. Prestasi belajar juga selalu identik dengan sjauh mana
siswa mengerti tentang materi pelajaran yang diterima dalam jangka waktu
tertentu. Menurut Hetika ( 2008: 23) prestasi belajar merupakan pencapaian atau
kecakapan yang dnampakkan dalam keahlian atau kumpulan pengetahuan. Maka
kesimpulan yang dapat ditarik yaitu prestasi belajar adalah hasil dari
seseorang melakukan kegiatan pembelajaran. Adapun faktor- faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu:
1.
Faktor-faktor
Internal
Faktor
internal adalah faktor-faktor yang berasal dari individu anak itu sendiri yang
meliputi :
a) Faktor
fisiologis yang termasuk faktor ini antara lain: penglihatan, pendengaran,
struktur tubuh dan sebagainya.
b) Faktor Psikologis
Yang
termasuk faktor psikologis antara lain:
b) Non Intelektual (motifasi belajar, sikap,
perasaan, minat, kondisi psikis, dan kondisi akibat keadaan sosiokultur).
c) Faktor
kondisi fisik.
2. Faktor-faktor Eksternal
Yang
termasuk faktor eksternal antara lain:
a) Faktor
pengaturan belajar disekolah ( kurikulum, disiplin sekolah, guru, fasilitas
belajar, dan pengelompokan siswa ).
c) Faktor
situasional ( keadaan politi ekonomi, keadaan waktu dan tempat atau iklim). (W.
S. Winkel, 1983: 43).
B.
Kerangka
Berpikir
Pemberian
PR untuk siswa dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa karena sifat PR
menambah nilai siswa yang kurang bukan untuk menduplikasi nilai. Pekerjaan
rumah (PR) merupakan kegiatan atau tugas yang diberikan oleh guru pada siswa
untuk dikerjakan dirumah. PR sepertinya tidak bisa dilepas dari kehidupan anak
yang masih bersekolah. Mengerjakannya adalah sebuah kewajiban bagi mereka.
Mengerjakan PR bukan hanya bisa membuat siswa menjadi lebih pandai karena siswa
bisa lebih bebas mengeksplore informasi lebih luas dengan waktu yang lebih lama
karena mengerjakannya dirumah.
Pemberian
PR kepada siswa memang penting, tentu saja yang perlu diperhatikan adalah
bagaimana pengaturan organisasi PR itu sendiri. Tugas yang diberikan dikelola
dan ditata menjadi paket yang menarik dan terstruktur bagi siswa. Tidak begitu
banyak, dapat dikerjakan, dan tujuan pemberian PR tercapai.
Maka
dari itu, terdapat pengaruh antara pemberian Pekerjaan Rumah dengan Prestasi
Belajar karena Pekerjaan Rumah juga menjadi alternatif untuk siswa karena jam
pelajaran disekolah yang terbilang singkat jadi guru berupaya untuk menguatkan
pemahaman siswa tentang suatu materi pembahasan dan dapat berpangruh pada hasil
belajar siswa atau prestasi belajar siswa.
C.
Hipotesis
Penelitian
Hipotesis
merupakan jawaban sementara yang harus di uji kebenarannya. Arikunto (2006 :71)
mengatakan bahwa hipotesis adalah suatu kesimpulan itu belum final, masih harus
dibuktikan kebenaranya atau hipotesis adalah jawaban sementara. Hipotesis juga
dapat dikatakan sebagai kesimpulan sementara suatu hubungan variabel dengan
satu atau lebih variabel lainnya sehingga hipotesis dapat dikatakan sebagai
suatu prediksi yang melekat pada variabel yang bersangkutan. Meskipun demikian,
taraf ketepatan prediksi sangat tergantung pada taraf kebenaran dan ketepatan
landasan teoritis.
Secara
teknis, hipotesis dapat didefinisikan sebagai pernyataan mengenai populasi yang
akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian.
Pernyataan tersebut mengindikasi asumsi dasar yang melekat pada populasi yang
bersangkutan.
Maka
dari variabel yang sudah dikemukakan maka terdapat hipotesis penelitian
seperti:
1. Terdapat
pengaruh yang positif antara pemberian Pekerjaan Rumah (PR) untuk prestasi
Belajar siswa
2. PR
bisa meningkatkan pemahaman siswa maka dari itu dapat meningkatkan prestasi
belajar siswa.
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
A.
Tempat
dan Waktu Penelitian
1. Tempat
Penellitian
Penelitian ini dilaksanakan di SDN
Pesanggrahan 03 Pagi. Alamat: JL. Raya Kodam Bintaro Pesanggrahan – Jakarta
12320. Telp. (021) 7374303.
2. Waktu
penelitian
Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan Januari 2015 sampai dengan Juni 2015, bertepatan dengan pembelajaran semester
genap tahun 2015/2016.
Tabel
3.1
Jadwal
Kegiatan Penelitian
|
No
|
Jenis Kegiatan
|
Bulan
|
|
||||
|
Maret
|
April
|
Mei
|
Juni
|
Juli
|
Agustus
|
||
|
1
|
Penyusunan Proposal
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Penyusunan Instrumen
|
|
|
|
|
||
|
3
|
Uji Coba Instrumen
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Pengumpulan Data
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Analisis Data
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Penyusunan Laporan
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
Sidang Skripsi
|
|
|
|
|
||
|
8
|
Revisi skripsi
|
|
|
|
|
ü
|
|
B.
Metode Penelitian
Menurut Jonathan Sarwonno (2006) “metode
penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap
bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya”. menekankan pada aspek
pengukuran secara obyektif terhadap fenomena social. Untuk dapat melakukan
pengukuran, setiap fenomena social di jabarkan kedalam beberapa komponen
masalah, variable dan indicator. Setiap variable yang di tentukan di ukur
dengan memberikan symbol – symbol angka yang berbeda – beda sesuai dengan
kategori informasi yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan menggunakan
symbol – symbol angka tersebut, teknik perhitungan secara kuantitatif matematik
dapat di lakukan sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang belaku umum
di dalam suatu parameter. Tujuan utama dati metodologi ini ialah menjelaskan
suatu masalah tetapi menghasilkan generalisasi. Generalisasi ialah suatu
kenyataan kebenaran yang terjadi dalam suatu realitas tentang suatu masalah
yang di perkirakan akan berlaku pada suatu populasi tertentu. Generalisasi
dapat dihasilkan melalui suatu metode perkiraan atau metode estimasi yang umum
berlaku didalam statistika induktif. Metode estimasi itu sendiri dilakukan
berdasarkan pengukuran terhadap keadaan nyata yang lebih terbatas lingkupnya
yang juga sering disebut “sample” dalam penelitian kuantitatif. Jadi, yang
diukur dalam penelitian sebenarnya ialah bagian kecil dari populasi atau sering
disebut “data”. Data ialah contoh nyata dari kenyataan yang dapat diprediksikan
ke tingkat realitas dengan menggunakan metodologi kuantitatif tertentu.
Penelitian kuantitatif mengadakan eksplorasi lebih lanjut serta menemukan fakta
dan menguji teori-teori yang timbul.
C.
Variabel dan Definisi Operasional
Variabel merupakan ukuran atau ciri yang
dimiliki oleh anggota-anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki
oleh kelompok lain. Menurut Y.W Best yang disebut variabel penelitian adalah
kondisi-kondisi atau serenteristik-serenteristik yang oleh peneliti
dimanupulasikan, dikontrol atau dioservasi dalam suatu penelitian. Sedang
Direktorat Pendidikan Tinggii Depdikbud menjelaskan bahwa yang dimaksud
variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan
penelitian. Dari kedua pengerian tersebut dapatlah dijelaskan bahwa variabel
penelitian itu meliputi faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala
yang kan diteliti.
b. definisi operasional
1. Pekerjaan Rumah
Tugas yang diberikan oleh guru dan harus
dikerjakan oleh siswa dirumah. Pekerjaan rumah memberikan kesempatan belajar di
rumah dan kegiatan-kegiatan ini merupakan pelengkap bukan sebagai duplikat dari
kegiatan belajar di sekolah. Tentunya pekerjaan rumah berbeda dengan resitasi
walaupun sama-sama tugas yang diberikan oleh guru yang berbeda hanyalah tempat
pengerjaannya.
2. Prestasi Belajar
Penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang
dituliskan dalam bentuk simbol angka atau huruf dan kalimat yang bisa
menunjukkan hasil yang telah didapat oleh setiap murid pada periode tertentu.
Dari uraian tersebut maka bisa disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah ukuran
keberhasilan aktivitas belajar siswa dalam menguasai sejumlah mata pelajaran
selama periode tertentu.
D.
Populasi dan Sampel
1.
Populasi
Merupakan keseluruhan (universum) dari objek
penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala, nilai,
peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya yang menjadi pusat perhatian dan menjadi
sumber data penelitian. Populasi berasal dari kata bahasa inggris
population, yang berarti jumlah penduduk. Oleh karenaitu, apabila
disebutkan kata populasi, orang kebanyakan menghubungkannya dengan
masalah-masalahkependudukan. Hal tersebut ada benarnya juga, karena itulah
makna kata populasi sesungguhnya.Kemudian pada perkembangan selanjutnya, kata
populasi menjadi amat populer, dan digunakan di berbagai disiplin
ilmu.
2.
Sampel
Merupakan sebagian
atau wakil populasi yang diharapkan mampu mewakili setiap populasinya..
peneliti mengambil contoh sampel dari siswa-siswi kelas 4 yang berjumlah 36
siswa yang terdiri dari 20 siswa dan 16 siswi. Peneliti mengambil contoh sampel
Purposive sampling, teknik pengambilan sample didasrkan atas tujuan
tertentu. (orang yang dipilih betul-betul memiliki kriteria sebagai sampel).
E. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan
data-data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan
teknik-teknik pengumpulan data sebagai berikut:
1.
Observasi
Teknik ini dilakukan
dengan turun langsung ke lokasi penelitian, guna meninjau dan mencatat serta
mengontrol keadaan lokasi untuk memperoleh data yang diperlukan.
Jenis obsrvasi yang
digunakan adalah Observasi Partisipan (Participant Observation) Dalam observasi
ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati
atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan
pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data.
Dengan observasi partisipasi ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap
dan sampai mengetahui apa tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.
Misalnya, guru yang bertindak sebagai peneliti di dalam kelasnya. Sebagai guru,
peneliti hendaknya mencatat hasil pengamatannya secara sistematis.
2.
Studi Pustaka
Studi pustaka
dilakukan untuk mencari beberapa literature dan sumber data yang berkaitan
dengan masalah penelitian pada skripsi ini yaitu tentang Pengaruh pembelajaran
Aqidah Akhlak terhadap Perilaku peserta didik.
3.
Wawancara
Menurut Esterberg
(2002) : Wawancara adalah merupakan pertemuan antara dua orang untuk bertukar
informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikontruksikan makna dalam
suatu topik tertentu.
F. Kisi-kisi dan Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian
adalah alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam atau sosial yang
diamati, yang secara khusus fenomena itu disebut variabel.Instrument dalam
penelitian ini disusun berdasarkan pada kajian teoritis yang telah dipaparkan.
Jumlah instrument yang dibuat sebanyak 2 buah, sesuai dengan jumlah variabel
dalam penelitian, yaitu: instrument untuk Pemberian Pekerjaan Rumah (variabel
x) dan insrtumen untuk mengukur Prestasi Belajar siswa (vvariabel y).
Tabel
3.2
KISI-KISI
INSTRUMEN
Kisi-kisi instrumen menggunakan teknih pengambilan
data dengan observasi.
|
NO
|
ASPEK
|
INDIKATOR
|
|
|
1.
|
Pekerjaan Rumah
|
a.
Siswa mampu mengerjakan PR tepat waktu.
b.
Siswa mampu bertanggung jawab atas PRnya.
c.
Siswa mengerjarkan PR dengan sungguh-sungguh.
|
|
|
2.
|
Prestasi Belajar
siswa
|
a.
Pemahaman siswa tentang suatu materi meningkat.
b.
Presasi siswa meningkat.
|
|
G. Tekhnik Analisis Data
Menurut Patton, 1980
(dalam Lexy J. Moleong 2002: 103) menjelaskan bahwa analisis data adalah proses
mengatur urutan data, mengorganisasikanya ke dalam suatu pola, kategori, dan
satuan uraian dasar. Sedangkan menurut Taylor, (1975: 79) mendefinisikan analisis
data sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan
merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk
memberikan bantuan dan tema pada hipotesis. Jika dikaji, pada dasarnya definisi
pertama lebih menitikberatkan pengorganisasian data sedangkan yang ke dua lebih
menekankan maksud dan tujuan analisis data. Dengan demikian definisi tersebut
dapat disintesiskan menjadi: Analisis data proses mengorganisasikan dan
mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat
ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan
oleh data.
Dari uraian tersebut
di atas dapatlah kita menarik garis bawah analisis data bermaksud pertama- tama
mengorganisasikanm data. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari
catatan lapangan dan komentar peneliti, gambar, foto, dokumen, berupa laporan,
biografi, artikel, dan sebagainya. Pekerjaan analisis data dalam hal ini ialah
mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberikan kode, dan mengategorikannya.
Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan
hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif.
DAFTAR
PUSTAKA
Hamalik Oemar. 2001.Proses Belajar
Mengajar. Bandung: Bumi Aksara.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi. Jakarta:Rineka Cipta
B
Tidak ada komentar:
Posting Komentar