Kamis, 18 Juni 2015

tugas Metodologi Penelitian-Proposal penelitian

nama dosen: dirgantara wicaksono
mata kuliah: pembelajaran PKN di SD



BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
PR atau Pekerjaan Rumah yang sering diberikan oleh guru pada akhir pembelajaran sangat membantu siswa untuk bisa lebih memahami materi yang diberikan oleh guru. Karena siswa mengulang materi dirumah dan dapat mampu menimbulan minat siswa. Tetapi ternyata adanya tugas rumah yang diberikan oleh guru terkesan masih membebani siswa karena tugas yang diterima siswa bukan hanya satu melainkan bisa lebih dalam satu hari. Pemberian tugas ini harus sangat jelas. Karena banyak hambatan yang diperoleh
Pemberian tugas rumah adalah salah satu metode dalam proses belajar mengajar dan mempunyai tujuan dan fungsi yaitu dengan melaksanakan  tugas siswa akan aktif belajar dan terangsang untuk bertanggung jawab serta meningkatkan belajar yang lebih baik. Dengan PR juga siswa di didik disiplin disekolah atau dirumah.  Tugas rumah berarti bisa untuk mengajarkan siswa memanajemen waktu  yaitu mengatur waktu kapan harus belajar dan bermain agar tidak berbenturan dengan kegiatan lainnya.
Setelah itu PR bisa membantuk orang tua bagaimana kegiatan anaknya disekolah apakah mengikuti pelajaran atau tidak. Antara orang tua dan anak dirumah bisa semakin erat hubungannya karena setelah siswa selesai mengerjakan tugas orang tua memeriksa kembali pekerjaan rumah anaknya.
Pekerjaan rumah juga bisa digunakan sebagai strategi karena pekerjaan rumah melibatkan siswa untuk mengerjakan tugas yang dikerjakan dirumah. Respon siswa dalam menerima pekerjaan rumah juga harus diperhatikan karena siswa yang rajin lebih menerima tugas yang merasa tertantang tetapi untuk siswa yang malas akan merasa berat jika mendapat tugas yang berat.
Selain siswa yang harus serius mengerjakan tugas rumah, guru juga harus serius mengevaluasi hasil belajar siswa. Tidak boleh memihak kepada siswa yang malas atau rajin guru harus adil. Karena jika guru malas mengoreksinya siswa yang melihat gurunya akan merasa malas juga. Adanya penghargaan terhadap diri sendiri, karena jika siswa mengerjakan tugas dengan benar ada kemungkinan mendapat nilai bagus serta mendapat pujian dari guru, orang tua dan teman.
Dengan latar belakang penulis yang saya tulis diatas saya ingin mengetahui sejauh mana tugas rumah itu dapat meningkatkan prestasi siswa. Karena masih banyak siswa yang tidak mengerjakan tugasnya sendiri. Tugas rumah atau PR tetap tidak bisa menadi acuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, tapi itupun termasuk menjadi usaha siswa agar mau belajar dan mengulang materinya kembalinya.
A.   Identifikasi Masalah
Menurut latar belakang masalah yang dibahas diatas, maka penulis dapat mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
1.    Apakah Pengaruh Pemberian Tugas Rumah Terhadap Prestasi Belajar Siswa?
2.    Apakah Terbukti Pemberian Tugas Rumah Terhadap Prestasi Belajar Siswa?
3.    Faktor apa saja yang mempengaruhi prestasi belajar siswa?
4.    Seberapa besar pemberian tugas rumah dapat mempengaruhi Prestasi Belajar siswa?
5.    Mengapa pemberian Tugas rumah dapat meningkatkan prestasi belajar siswa?
6.    Apa manfaat tugas rumah untuk prestasi belajar siswa?
7.    Apakah ada hubungan antara motivasi belajar siswa dalam mengerjakan tugas rumah untuk meningkatkan presasu belajar siswa?
8.    Bagaimana tekhnik tekhnik pemberian tugas rumah agar bisa meningkatkan prestasi belajar siswa?
9.    Apakah siswa yang diberikan tugas rumah dengan yang tidak diberikan tugas rumah terdapat perbedaan prestasi belajar siswa?
10. Apakah ada peran orang tua dalam penyelesaian tugas rumah sehinga terdapat motivasi bealajar siswa?
B.   Batasan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang Masalah dan Identifikasi masalah maka penulis membatasi masalah pada faktor yang akan dijadikan fokus. Dan adapun ruang lingkup yang menjadi fokus masalah adalah hubungan antara tugas rumah dengan prestasi belajar siswa.
C.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah serta pembatasan masalah maka masalah dalam penelitian ini adalah : “Bagaimana Pengaruh Pemberian Tugas dengan Hasil Belajar”
D.   Tujuan Penelitian
1.    Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari pemberian tugas.
2.    Untuk mengetahui prestasi belajar siswa jika diberikan tugas rumah.
3.    Untuk mengetahui perbedaan prestasi siswa yang diberikan tugas rumah dengan yang tidak diberikan tugas rumah.
E.   Manfaat Hasil Penelitian
Hasil dari penelitian berguna untuk pihak-pihak di bawah ini:
1.    Bagi siswa
Untuk menambah motivasi siswa dalam mengerjakan tugas rumah dengan semangat karena akan menambah nilai siswa jika dinilai masih kurang.
2.    Bagi guru
Untuk mengevaluasi kinerja seorang guru, apakah pemberian tugas itu bisa meningkatkan prestasi belajar siswa. Diharapkan dijadikan dasar pemikiran dalam pengambilan keputusan guru dalam memilih metode yang tepat dalam kegiatan pengajaran.
3.    Bagi orang tua
Mengetahui sejauh mana siswa mengikuti pembelajaran disekolah atau tidak karena orang tua bisa melihat bagaimana siswa mengerjakan tugas rumah tersebut.
















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.   Kajian Teori
a.    Hakikat pembelajaran
1.  Pengertian Belajar
Belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkstkan keteramilan, memperbaiki perilaku sikap, dan mengokohkan kepribadian.  Belajar diartikan sebagai aktivitas pengembangan diri melalui pengalaman, bertumpu pada kemampuan diri belajar di bawah bimbingan pengajar. Sedangkan mengajar diartikan sebagai aktivitas mengarahkan, memberikan kemudahan bagaimanan cara menemukan sesuatu (bukan memberi sesuatu) berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh pelajar. (Tirtarahardja & Sula, 2000 : 51).
Sardiman, A.M. (2000 : 21) mendefinisikan ”belajar adalah berubah” dan ”penambahan pengetahuan”. Dalam hal ini yang dimaksud belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapu juga berbentuk kecakapan, ketrampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, waktu, penyesuaian diri. Jelasnya menyangkut segala aspek organisme dan tingkah laku pribadi seseorang. Dapat dikatakan juga bahwa belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, psiko-fisik untuk menunjuk ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif, efektif dan psikomotorik.
Hasil dari perubahan-perubahan n  itu dapat berupa perubahan tingkah laku, prestasi belajar, sikap dan sebagainya. Dilihat dari pengertian diatas bisa disimpulkan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku dari yang tidak bisa menjadi bisa dan jika seseorang mampu mengulangi kembali materi yang telah dipelajarinya.
2.   Pengertian Pekerjaan Rumah/Resitasi
Menurut Oemar Hamalik (1984: jilid II: 94), ialah sebagai berikut: “Pekerjaan rumah ialah suatu tugas yang diberikan oleh guru kepada murid-murid, tugas mana dikerjakan dan diselesaikan serta dipecahkan di rumah, dalam hubungannya dengan suatu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. Pekerjaan rumah memberikan kesempatan belajar di rumah dan kegiatan-kegiatan ini merupakan pelengkap bukan sebagai duplikat dari kegiatan belajar di sekolah. Pekerjaan rumah mengandung 3 (tiga) unsur yakni:
a)     unsur tugas
b)     unsur belajar (home study)
c)      unsur penilaian.
3.   Metode Pemberian Tugas Rumah/Resitasi
Metode penugasan merupakan cara penyajian bahan pelajaran. Pada metode ini guru memberikan seperangkat tugas yang harus dikerjakan peserta didik, baik secara invidual atau kelompok. Langkah-langkah yang harus diperhatikan guru pada saat pemberian tugas:
a.    Tugas harus diberikan secara jelas terutama tujuan penugasan dan cara pengerjaannya. Oleh karena itu cara pengerjaannya harus dikomunikasiin kepada peserta didik agar tahu tugas yang harus dikerjakan.
b.    Tugas yang diberikan harus dapat dipahami peserta didik, kapan mengerjakannya, bagaimana cara mngerjakannya, berapa lama harus dikerjakan, secara individu atau kelompok dan lain-lain.
c.    Apabila tugas itu adalah tugas kelompok, arus diupayakan agar seluruh anggota kelompok dapat terlibat aktif dalam proses penyelesaian tugas.
d.    Perlu diupayakan guru mengontrol proses penyelesaian tugas yang diseleikan oleh peserta didik. Jika dikerjakan dikelas guru bisa mengontrol dengan cara berkeliling dan memberikan motivasi dan bimbingan terutama bagi peserta didik, tetapi jika diluar rumah guru bisa menanyakan sampai sejauh mana siswa sudah selesai mengerjakannya.
e.    Melakukan penillaian secara proporsional terhadap tugas-tugas yang dikerjakan peserta didik. Penilaian tidak hanya pada hasil kerja siswa tetapi dalam proses mengerjakan tugas tersebut.
4.   Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi bealajar adalah suatu hal yang sudah dicapai oleh seseorang setelah mengikuti proses pembelajaran. Prestasi belajar juga selalu identik dengan sjauh mana siswa mengerti tentang materi pelajaran yang diterima dalam jangka waktu tertentu. Menurut Hetika ( 2008: 23) prestasi belajar merupakan pencapaian atau kecakapan yang dnampakkan dalam keahlian atau kumpulan pengetahuan. Maka kesimpulan yang dapat ditarik yaitu prestasi belajar adalah hasil dari seseorang melakukan kegiatan pembelajaran. Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu:
1.    Faktor-faktor Internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari individu anak itu sendiri yang meliputi :
a)    Faktor fisiologis yang termasuk faktor ini antara lain: penglihatan, pendengaran, struktur tubuh dan sebagainya.
b)    Faktor Psikologis
Yang termasuk faktor psikologis antara lain:
a)    Intelektul (taraf intelegensi, kemampuan belajar, dan cara belajar).
b)     Non Intelektual (motifasi belajar, sikap, perasaan, minat, kondisi psikis, dan kondisi akibat keadaan sosiokultur).
c)    Faktor kondisi fisik.

2.  Faktor-faktor Eksternal
Yang termasuk faktor eksternal antara lain:
a)    Faktor pengaturan belajar disekolah ( kurikulum, disiplin sekolah, guru, fasilitas belajar, dan pengelompokan siswa ).
b)    Faktor sosial disekolah ( sistem sosial, status sosial siswa, dan interaksi guru dan siswa ).
c)    Faktor situasional ( keadaan politi ekonomi, keadaan waktu dan tempat atau iklim). (W. S. Winkel, 1983: 43).

B.   Kerangka Berpikir
Pemberian PR untuk siswa dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa karena sifat PR menambah nilai siswa yang kurang bukan untuk menduplikasi nilai. Pekerjaan rumah (PR) merupakan kegiatan atau tugas yang diberikan oleh guru pada siswa untuk dikerjakan dirumah. PR sepertinya tidak bisa dilepas dari kehidupan anak yang masih bersekolah. Mengerjakannya adalah sebuah kewajiban bagi mereka. Mengerjakan PR bukan hanya bisa membuat siswa menjadi lebih pandai karena siswa bisa lebih bebas mengeksplore informasi lebih luas dengan waktu yang lebih lama karena mengerjakannya dirumah.
Pemberian PR kepada siswa memang penting, tentu saja yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pengaturan organisasi PR itu sendiri. Tugas yang diberikan dikelola dan ditata menjadi paket yang menarik dan terstruktur bagi siswa. Tidak begitu banyak, dapat dikerjakan, dan tujuan pemberian PR tercapai.
Maka dari itu, terdapat pengaruh antara pemberian Pekerjaan Rumah dengan Prestasi Belajar karena Pekerjaan Rumah juga menjadi alternatif untuk siswa karena jam pelajaran disekolah yang terbilang singkat jadi guru berupaya untuk menguatkan pemahaman siswa tentang suatu materi pembahasan dan dapat berpangruh pada hasil belajar siswa atau prestasi belajar siswa.

C.   Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara yang harus di uji kebenarannya. Arikunto (2006 :71) mengatakan bahwa hipotesis adalah suatu kesimpulan itu belum final, masih harus dibuktikan kebenaranya atau hipotesis adalah jawaban sementara. Hipotesis juga dapat dikatakan sebagai kesimpulan sementara suatu hubungan variabel dengan satu atau lebih variabel lainnya sehingga hipotesis dapat dikatakan sebagai suatu prediksi yang melekat pada variabel yang bersangkutan. Meskipun demikian, taraf ketepatan prediksi sangat tergantung pada taraf kebenaran dan ketepatan landasan teoritis.
Secara teknis, hipotesis dapat didefinisikan sebagai pernyataan mengenai populasi yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian. Pernyataan tersebut mengindikasi asumsi dasar yang melekat pada populasi yang bersangkutan.
Maka dari variabel yang sudah dikemukakan maka terdapat hipotesis penelitian seperti:
1.    Terdapat pengaruh yang positif antara pemberian Pekerjaan Rumah (PR) untuk prestasi Belajar siswa
2.    PR bisa meningkatkan pemahaman siswa maka dari itu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.







BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.   Tempat dan Waktu Penelitian
1.    Tempat Penellitian
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pesanggrahan 03 Pagi. Alamat: JL. Raya Kodam Bintaro Pesanggrahan – Jakarta 12320. Telp. (021) 7374303.
2.    Waktu penelitian
Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan Januari 2015 sampai dengan Juni 2015, bertepatan dengan pembelajaran semester genap tahun 2015/2016.
Tabel 3.1
Jadwal Kegiatan Penelitian
No
Jenis Kegiatan
Bulan

Maret
April 
Mei  
Juni   
Juli   
Agustus
1
Penyusunan Proposal





2
Penyusunan Instrumen




3
Uji Coba Instrumen





4
Pengumpulan Data





5
Analisis Data





6
Penyusunan Laporan





7
Sidang Skripsi




8
Revisi skripsi




ü   

B.   Metode Penelitian
Menurut Jonathan Sarwonno (2006) “metode penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya”. menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena social. Untuk dapat melakukan pengukuran, setiap fenomena social di jabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variable dan indicator. Setiap variable yang di tentukan di ukur dengan memberikan symbol – symbol angka yang berbeda – beda sesuai dengan kategori informasi yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan menggunakan symbol – symbol angka tersebut, teknik perhitungan secara kuantitatif matematik dapat di lakukan sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang belaku umum di dalam suatu parameter. Tujuan utama dati metodologi ini ialah menjelaskan suatu masalah tetapi menghasilkan generalisasi. Generalisasi ialah suatu kenyataan kebenaran yang terjadi dalam suatu realitas tentang suatu masalah yang di perkirakan akan berlaku pada suatu populasi tertentu. Generalisasi dapat dihasilkan melalui suatu metode perkiraan atau metode estimasi yang umum berlaku didalam statistika induktif. Metode estimasi itu sendiri dilakukan berdasarkan pengukuran terhadap keadaan nyata yang lebih terbatas lingkupnya yang juga sering disebut “sample” dalam penelitian kuantitatif. Jadi, yang diukur dalam penelitian sebenarnya ialah bagian kecil dari populasi atau sering disebut “data”. Data ialah contoh nyata dari kenyataan yang dapat diprediksikan ke tingkat realitas dengan menggunakan metodologi kuantitatif tertentu. Penelitian kuantitatif mengadakan eksplorasi lebih lanjut serta menemukan fakta dan menguji teori-teori yang timbul.
C.   Variabel dan Definisi Operasional
Variabel merupakan ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok lain. Menurut Y.W Best yang disebut variabel penelitian adalah kondisi-kondisi atau serenteristik-serenteristik yang oleh peneliti  dimanupulasikan, dikontrol atau dioservasi dalam suatu penelitian. Sedang Direktorat Pendidikan Tinggii Depdikbud menjelaskan bahwa yang dimaksud variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Dari kedua pengerian tersebut dapatlah dijelaskan bahwa variabel penelitian itu meliputi faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang kan diteliti.
b. definisi operasional
1.    Pekerjaan Rumah
Tugas yang diberikan oleh guru dan harus dikerjakan oleh siswa dirumah. Pekerjaan rumah memberikan kesempatan belajar di rumah dan kegiatan-kegiatan ini merupakan pelengkap bukan sebagai duplikat dari kegiatan belajar di sekolah. Tentunya pekerjaan rumah berbeda dengan resitasi walaupun sama-sama tugas yang diberikan oleh guru yang berbeda hanyalah tempat pengerjaannya.
2.    Prestasi Belajar
Penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dituliskan dalam bentuk simbol angka atau huruf dan kalimat yang bisa menunjukkan hasil yang telah didapat oleh setiap murid pada periode tertentu. Dari uraian tersebut maka bisa disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah ukuran keberhasilan aktivitas belajar siswa dalam menguasai sejumlah mata pelajaran selama periode tertentu.
D.   Populasi dan Sampel
1.    Populasi 
Merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya yang menjadi pusat perhatian dan menjadi sumber data penelitian. Populasi berasal dari kata bahasa inggris population, yang berarti jumlah penduduk. Oleh karenaitu, apabila disebutkan kata populasi, orang kebanyakan menghubungkannya dengan masalah-masalahkependudukan. Hal tersebut ada benarnya juga, karena itulah makna kata populasi sesungguhnya.Kemudian pada perkembangan selanjutnya, kata populasi menjadi amat populer, dan digunakan di berbagai disiplin ilmu.
2.    Sampel
Merupakan sebagian atau wakil populasi yang diharapkan mampu mewakili setiap populasinya.. peneliti mengambil contoh sampel dari siswa-siswi kelas 4 yang berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 20 siswa dan 16 siswi. Peneliti mengambil contoh sampel Purposive sampling, teknik pengambilan sample didasrkan atas tujuan tertentu. (orang yang dipilih betul-betul memiliki kriteria sebagai sampel).
E.   Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan teknik-teknik pengumpulan data sebagai berikut:
1.    Observasi
Teknik ini dilakukan dengan turun langsung ke lokasi penelitian, guna meninjau dan mencatat serta mengontrol keadaan lokasi untuk memperoleh data yang diperlukan.
Jenis obsrvasi yang digunakan adalah Observasi Partisipan (Participant Observation) Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data. Dengan observasi partisipasi ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap dan sampai mengetahui apa tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak. Misalnya, guru yang bertindak sebagai peneliti di dalam kelasnya. Sebagai guru, peneliti hendaknya mencatat hasil pengamatannya secara sistematis.
2.    Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan untuk mencari beberapa literature dan sumber data yang berkaitan dengan masalah penelitian pada skripsi ini yaitu tentang Pengaruh pembelajaran Aqidah Akhlak terhadap Perilaku peserta didik.
3.    Wawancara
Menurut Esterberg (2002) : Wawancara adalah merupakan pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu.
F.    Kisi-kisi dan Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam atau sosial yang diamati, yang secara khusus fenomena itu disebut variabel.Instrument dalam penelitian ini disusun berdasarkan pada kajian teoritis yang telah dipaparkan. Jumlah instrument yang dibuat sebanyak 2 buah, sesuai dengan jumlah variabel dalam penelitian, yaitu: instrument untuk Pemberian Pekerjaan Rumah (variabel x) dan insrtumen untuk mengukur Prestasi Belajar siswa (vvariabel y).
Tabel 3.2
KISI-KISI INSTRUMEN
Kisi-kisi instrumen menggunakan teknih pengambilan data dengan observasi.

NO

ASPEK

INDIKATOR

1.

Pekerjaan Rumah

a.    Siswa mampu mengerjakan PR tepat waktu.
b.    Siswa mampu bertanggung jawab atas PRnya.
c.    Siswa mengerjarkan PR dengan sungguh-sungguh.

2.     

Prestasi Belajar siswa

a.    Pemahaman siswa tentang suatu materi meningkat.
b.    Presasi siswa meningkat.

G.   Tekhnik Analisis Data
Menurut Patton, 1980 (dalam Lexy J. Moleong 2002: 103) menjelaskan bahwa analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikanya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Sedangkan menurut Taylor, (1975: 79) mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis. Jika dikaji, pada dasarnya definisi pertama lebih menitikberatkan pengorganisasian data sedangkan yang ke dua lebih menekankan maksud dan tujuan analisis data. Dengan demikian definisi tersebut dapat disintesiskan menjadi: Analisis data proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data.
Dari uraian tersebut di atas dapatlah kita menarik garis bawah analisis data bermaksud pertama- tama mengorganisasikanm data. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan dan komentar peneliti, gambar, foto, dokumen, berupa laporan, biografi, artikel, dan sebagainya. Pekerjaan analisis data dalam hal ini ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberikan kode, dan mengategorikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif.





















DAFTAR PUSTAKA

Hamalik Oemar. 2001.Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta:Rineka Cipta

B

Tidak ada komentar:

Posting Komentar