Senin, 27 April 2015

Tugas Presentasi Metodologi Penelitian

Nama Dosen: Pak Dirgantara Wicaksono
Mata Kuliah: Pengembangan Pendidikan PKN di SD






hari ini presentasi Kelompok metlit untuk kelompok terakhir. kebetulan penulis sendiri yang harus presentasi bersama temen sekelompk lainnya. pokoknya begini sih insya allah bener kalaupun ada kesalahan mohon dimaklumi. 


 ETIKA PENELITIAN DAN FORMAT DAN SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN (bentuk skripsi)
 






Disusun oleh :
Gita Wahyu Kusuma Dewi (2013820023)
Syifa Khaerani (2013820058)
Iffa Hafiffah (2013820056)
Wiqoyyaturizqiah (2013820059)
Nurul Hidayah (2013820021)
Rezka Pahlevi



FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Metodologi Penelitian untuk memenuhi nilai tugas kami yang berjudul “Etika penelitian dan Format dan sistematika laporan hasil penelitian (bentuk skripsi)” dengan lancar dan insya allah tidak ada kekurangan.
Kami telah berusaha maksimal untuk menyelesaikan makalah dengan baik. Apabila ada kekurangan dalam makalah ini itu dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan kami. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah pada masa yang akan datang.







                                                                                                Tangerang  Selatan, 27 Mei 2015



                                                                                                                        Kelompok 10










DAFTAR ISI
Kata pengantar
Daftar isi
BAB 1 PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
B.     Perumusan Masalah
C.     Tujuan penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A.    Etika penelitian
B.     Sistematika Penulisan
C.     Format penulisan
D.    Penulisan Sumber Kutipan
BAB III PENUTUP
1.      KESIMPULAN
DAFTAR PSUTAKA
KESIMPULAN








BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Penulisan makalah ini merupakan pemaparan tentang Etika Penelitian dan Format dan Sistematika laporan hasil penelitian dalam bentuk skripsi. Seperti yang sudaah pernah dibahasa pengertian Penelitian adalah suatu proses mencari tahu sesuatu secara sistematis dalam waktu yang menggunakan metode ilmiah serta aturan-aturan yang berlaku. Dan sekarang dalam makalah ini kita akan membahas tentang sistematika laporan tersebut.
Dalam proses penelitian pendidikan pastinya terdapat etika yang harus diketahui agar proses penelitian dapat berjalan lancar. Etika penelitian erat kaitannya dengan “benar” atau “salah”dalam melakukan penelitian. Dengan etika penelitian ini peneliti pun bisa mengetahui apakah penelitiannya layak atau tidak layak untuk dilakukan. Peneliti juga mempunya tanggung jawab terhadap perlakuan etis dari pihak-pihak yang terlibat pada saat penelitian sedang berlangsung.  
Setelah melakukan penelitian peneliti bisa langsung menuliskan hasil penelitiannya dalam sistematika dan format laporan hasil penelitian yang sudah di tetapkan. Sistematika dan format ini adalah acuan untuk peneliti dalam menyusun hasil laporannya. Karena untuk menulis hasil laporan tidak bisa sembarang menyusunnya.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu etika penelitian?
2.      Bagaimana format penulisan skripsi?
3.      Bagaimana sistematika hasil laporanrddrddu uii penelitian dalam bentuk skripsi?
4.      Bagaimana penulisan Bahasa dan Notasi Ilmiah?
C.    TUJUAN PENULISAN
1.      Untuk mengetahui apakah makna dari etika penelitian serta.
2.      Mengetahui format penulisan skripsi.
3.      Mengetahui dan sistematika hasil laporan penelitian dalam bentuk skripsi.
4.      Mengetahui penulisan Bahasa dan Notasi Ilmiah.

BAB II
PEMBAHASAN
1.      Apa itu etika penelitian?
 Etika sering disamakan dengan moral. Etika berasal dari bahasa yunani “ethos” atau “ethikos” disebut “mos” atau moralitas. Keduanya memiliki arti yang sama yaitu adat istiadat, kebiasaan. Istilah moral biasanya dipergunakan untuk memberikan penilaian atau predikat terhadap tingkah laku manusia. Berkenaan dengan adanya ranah kegiatann peneletian “etika” dijadikan sebagai ukuran kepatutan boleh atau tidaknya, baik atau buruknya sebuah aspek aspek tertentu dalam kegiatan penelitian pendidikan. Hal ini diperlukan karena bagaimanapun juga esensi penelitian adalah untuk mencari kebenaran dari sebuah gejala yang muncul.
Untuk menunjang integritas moral dalam dunia akademisi dan menghindari plagiasi, mahasiswa diwajibkan membuat surat pernyataan (fakta integritas) bahwa skripsinya yang ditulisnya adalah hasil karyanya sendiri, benar dilakukan dan bukan hasil rekayasa atau hasil karya orang lain dan atau dibuat orang lain.
Kode etik adalah etika yang harus dipatuhi oleh mahasiswa (peneliti) ketika melakukan penulisan skripsi berkaitan dengan: subtansi skripsi, proses penelitian, pengutipan dan perujukan, perizinan atau persetujuan dengan institusi terkait atau komunitas yang diteliti, dan penyebutan sumber data dan informan.
a.       Etika penulisan skripsi
Penulis skripsi harus memiliki integritas moral melakukan penulisan ilmiah (skripsi) yang tercermin dalam asas-asas moral berikut:
1.      Kebenaran
2.      Kejujuran
3.      Menyadarkan kekuatan argumentasi
4.      Rasional
5.      Objektif
6.      Kritis
7.      Terbuka
8.      Pragmatis
9.      Netral dari nilai-nilai yang bersifat dogmatic dalam menafsrikan hakikat realitas
10.  Bertanggung jawab, termasuk tanggung jawab sosial
Sedangkan sifat-sifat yang harus di jauhi dalam penelitian dan penulisan skripsi adalah sebagai berikut:
1.      Bohong
2.      Tidak objektif
3.      Ceroboh
4.      Curang
5.      Pemalsuan
6.      Plagiat
7.      Fiktif
b.      Etika dalam proses penelitian
Etika prosses dalam penelitian apa yang sah dilakukan dan apa yang dilarang dilakukan serta nilainilai moral yang harus ditaati oleh seorangg peneliti dalam melaksanakan penelitian dalam proses penelitian selayaknya peneliti:
1.      Mendapatkan izin atau persetujuan d ari subjek penelitian atau pihak yang berwenang dalam pengumpulan data. Misalnya, sekolah, madrasah, pesantren, atau lembaga terkait;
2.      Menjaga privasi subjek atau responden penelitian;
3.      Tidak memaksakan kehendak kepada subjek atau responden dalam pengumpulan infomrasi/data;
4.      Tidak merubah data dan temuan penelitian dilapangan, laboratorium, dan/atau pustaka sehingga tidak sesuai dengan fakta dan realitas yang sebenarnya, membuat data sendiri, atau membuat interpretasi yang tidak sesuai dengan yang dikehendaki oleh respondan atau informan. Karen itu, berita acara (transkripsi dn hasil pengamatan) harus mendapat persetujuan dari narasumber (responden atau informan);
5.      Tidak merugikan pihak lain didalam lembaga atau responden baik secara fisik, psikis, material maupun moral;
6.      Tidak merendahkan, melecehkan, menyinggung perasan, dan membuat malu responden dalam proses pengumpulan data;
7.      Tidak melakukan kebohongan dalam penggunaan metodoogi penelitian, dalam penetuan sample, pemilihan subjek secara randomisasi dalam eksperimen dan sebagainya;
8.      Mengklaim penelitian orang lain ebagai hasil karya sendiri.
c.       Pelanggaran
Satu diantara bentuk pelanggaran kode etik dalam penulisan karya ilmiah adalah plagiat. Plagiat dalam diartikan sebagai tindak pencurian dan “peminjaman” mendapat, ide, pemikiran, kata kalimat, paragraf, karangan orang lain, dan menjadikan sebagai hasil sendiri dan nama sendiri. Sedangkan plagiarisme adalah pencurian ide, hasil penelitian dan tulisan hasil orang lain yang digunakan dalam tulisan, seolah-olah ide atau hasil tulisannya sendiri sehingga merugikan orang lain baik material ataupun non material. Pelaku plagiat biasa disebut plagiator.
d.      Sanksi pelanggaran
1)      Dinyatakan tidak lulus ujian
a)      Sangksi tersebut dikenakan kepada pelaku pagiasi total dan jenis pelanggaran ini diketahui ketika ujian. Jika plagiasi diketahui setelah yang bersangkutan setelah lulus maka ijazah yang bersangkutan dinyatakan batal demi hukum.
b)      Sanksi ini juga dikenakan oleh pelaku manipulasi, pemalsuan data dan pembuatan data fiktif.
2)      Lulus bersyarat
Sanksi ini dikenakan oleh pelaku plagiat parsial. Pelaku juga diwajibkan memperbaiki skripsinya sesuai saran penguji.
3)      Surat peringatan/teguran oleh ketua jurusan dan atau dekan.
Sanksi ini dikenakan pada peneliti yang merugikan melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada orang atau pihak lain dalam proses penelitiannya, setelah ada laporan peneliti itu pada jurusan, bidang studi.
2.      Sistematika penulisan skripsi
1)      Ukuran kertas
Kertas yang digunakan untuk penulisan skripsi adalah A4 ukuran (21,5 x 29,7 cm) menggunakan jenis HVS puti tanpa garis, berat 80 gram.
2)      Ukuran margin
Skripsi diketik memakai komputer dengan menggunakan program microsoft word, dengan batas pengetikan 4 cm dari tepi kiri, 3 cm dari tepi kanan, dan 3 cm dari tepi bawah, dan 4 cm dari tepi atas.
3)      Jenis dan ukuran huruf
Pengetikan skripsi menggunakan huruf “Arial” berukuran font:
a)      Naskah            : 12
b)      Judul bab         : 14
c)      Judul skripsi    : 14 – 16 (tergantung panjang pendeknya judul)
Judul bab dan judul skripi diketik tebal (bold)
4)      Spasi
Jarak ketikan adalah 2 spasi (kecuali untuk abstrak, jarak pengetikan 1 spasi). Jarak ketikan antar sub judul juga diketik dengan 1 spasi. Jarak antara judul bab dan awal naskah 4 spasi. Jarak antara akhir naskah dengan sub-judul maupun antara sub-judul da anak sub-judul adalah 4 spasi. Sedangkan jarak antara sub-judul dan awal naskah berikutnya, serta jarak antara linea sama dengan jarak antar baris, yaitu 2 spasi.
5)      Penomoran halaman
Bagian pendahuluan/persiapan skripsi diberi nomor halaman dengan angka romawi kecil, sedangkan bagian naskah/isi dan bagian akhir skripsi dengan angka arab. Nomor halaman diletakkan disebelah kanan atas, kecuali untuk haoaman awal pada setiap bab di bagian tengah bawah naskah.
6)      Urutan penyajian
Pengetikan skripsi dilakukan pada satu sisi halaman saja (tidak timbal balikk) setiap bab dimulai pada halaman baru. Judul bab diketik pada batas atas bidang pengetikan, disusun simetris menggunakan huruf besar, tanpa diberi garis bawag atau pembubuhan titik di akhir kalimat. Kalimat pertama dimulai 2,5 cm ditambah dua spasi dari tepi atas kerta (2 spasi adalah jarak nomor halaman dan kalimat pertama). Awal diketik 1 “tab” atau 7 huruf dari batas huruf pertama sub-judul ataupin anak sub-judul.
7)      Pemberian tanda bagian skripsi
Penomoran atau pemberian tanda pada judul sub-bab atau anak sub-bab harus konsisten, yakni dengan gabugan abjad dan angka Arab, sperti contoh berikut ini:
BAB I PENDAHULUAN
                        A
                                    1
                                                a
                                                            1)
                                                                        a)
                                                                                    (1)
                                                                                                (a)
3.      Format penulisan skripsi
Laporan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa lazim dinamakan skripsi. Skripsi ini harus mengikuti bentuk-bentuk skripsi yang telah digariskan oleh perguruan tinggi di mana mahasiswa tersebut belajar. Yang dimaksud dengan bentuk skripsi adalah keseluruhan bagian yang peru ada atau bilamana ada pada suatu buku skripsi. Mengingat hasil penelitian yang disusun dan dilaporkan dalam bentuk skripsi kenyataannya berbentuk buku, maka bentuk buku skripsi ini tidak jauh berbeda dengan bentuk buku-buku teks pada umumnya.
Biasanya bentuk skripsi terdiri dari tiga bagian pokok, yaitu:
1.      Bagian awal (preliminary section)
Biasanya berisi kelengkapan0kelengkapan sebagai berikut:
a)      Halaman judul (tittle page)
Warna sampul skripsi disesuaikan dengan warna masing-masing Program Studi yang ada pada Fakultas Ilmu Pendidikan. Sampul skripsi dengan bahas karton tebal, dilapisi linn dan selubung plastik tranparan. Huruf-huruf pada sampul dicetak dengan tinta cetak warna hitam atau kuning emas, dengan susunan:
1)      Pada halaman bagian atas terdapat lambang UMJ, lalu dibawahnya dituliskan judul skripsi secara lengkap,, dimana jika lebih dari satu baris disusun berbentuk piramida terbalik dan diketik dengan satu spasi. Judul skripsi keseluruhannya diketik dengan huruf besar, ditulis lengkap tidak ada yang disingkat. Ada baiknya judul skripsi singkat, tetapi cukup bisa mencerminkan bagian secara jelas dan deskriptif sehingga para pembaca dapat mempeeroleh pengertian yang tepat mengenai apa yang dimaksud oleh penulis. Dapat juga judul skripsi dibagi dalam dua bagian, bilamana judul skripsi terlalu panjang, Bagian pertana cukup merumuskan pokok persoalan, sedangkan bagian yang kedua merupakan anak judul yaitu keteranganpada pokok persoalan.
2)      Pada halaman bagian tengah dicantumkan suatu pernyataan yang menjelaskan bahwa skripsi itu diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat guna mencapai gelar sarjana ilmu tertenu pada jurusan tertentu di suatu fakultas dari universitas tertentu.
3)      Pada halaman bagian bawah dituliskan nama lengkap penulis dan nomor mahasiswana. Nama penulis dikeik dengan huruf besar.
4)      Paada halaman bagian paling bawah dituliskan secara berturut-turut dicantumkan tulisan Progran Studi, Fakultas, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta dan tahun pembuatannya diletakkan paling bawah.
Perlu diperhatijan bahwa halaman judul ini dihitung sebagai halaman pertama dari bagian awal skripsi, tetapi tidak perlu diberi nomor halaman.
b)      Abstrak
Abstrak merupakan rigkasan atau ulasan singkat isi skripsi, tanpa tambahan penafsiran, kritik maupun tanggapan penulis. Setiap skripsi harus mempunyai abstrak yang membekali pembaca dengan inti tulisan yang bersangkutan, yang mencakup:
a.       Masalah utama yang diteliti dan ruang lingkupnya;
b.      Metode yang digunakan;
c.       Hasil yang diperoleh;
d.      Kesimpulan dan kegunaan.
Abstrak ditulis maksimal 250 kata dalam 1 paragraf, tanpa paragraf indent (menjorok) di awal kalimatnya atau rata kanan dan kiri. Abstrak ditulis dalam bahasa Indoensia dan dianjurkan dalam bahasa inggis. Abstrak ditempatkan pada halaman setelah halaman judul, menggunakan kalimat aktif baik abstrak berbahasa Indonesia dan dianjurkan menggunakan bahasa Inggris maksimal 1 halaman. Contoh: lampiran
c)      Halaman penerimaan (pengesahan) skripsi oleh pembimbing
a.       Halaman persetujuan Pembimbing, seperti berikut ini :
“ skripsi ini telah disetujuan, dan diperiksa oleh Pembimbing untuk dipertahankan di hadapan panitia penguji”
b.      Halaman pengesahan Tim Penguji
Halaman ini berisi tentang pengesahan dari Panitia Penguji bahwa skrip sudah diuji.
Contoh: terlampir
d)     Halaman motto atau persembahan (bila ada)
Halaman motto dan atau persembahan (bila ada). Halaman ini dapat berisi motto dan atau persembahan. Motto adalah semacam semboyan yang berupa kalimat pendek, yang menggambarkan pandangan hidup penulis sehubungan dengan penulisan skripsi tersebut. Bagian motto ini diisi dengan kata-kata mutiara, cupkikan doa, semboyan atau motto yang ingin dikemukakan penulis, diletakkan setelah halaman persembahan. Fungsi lain dari motto adlah guna nenyegarkan “suasana” itu sendiri karena sifat uraian bersifat kering. Mengingat fungsi moto penulis haru memperhatikan hal-hal sebegai berikut:
a.       Isi motto hendaknya ada hubungan dengan masalah yang ditulis.
b.      Motto jangan terlalu panjang.
c.       Motto hendaknya puitis
d.      Dan hendaknya dicantumkan dari mana motto itu berasal.
Contoh: “tiada pengorbanan yang sia-sia”
Kata persembahan ditulis di bagian bawah kanan. Ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada penulis unuk menyampaikan kata hatinya terutama hasrat pengabdiannya. Halaman ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin mempersembahkan karyanya kepada orang tertentu yang telah berjasa atas penulisan skripsi ini.
Contoh: terlampir.

e)      Halaman kata pengantar atau acknowledgement (ucapan terimakasih)
Fungsi utama dari kata pengantar (preface) adalah mngantarkan para pembaca pada persoalan yang dibahas, judulnya, mengapa memilih persoalan itu, tetapi belum sampai pada keseluruhan persoalannya.
Pada umumnya halaman ini memuat ucapan terima kasih kepada pihak-pihak tertentu yang telah membantunya selama penulisan ataupun pendidikan. Judul KATA PENGANTAR diketik simetris tanpa garis bawah dan titik akhir kalimat. Pada akhir teks di sebelah kanan bawah dicantumkan tanggal penulisan dan kata “penulis”, maksimal  halaman dengan jarak ketikan 1,5 spasi”
f)       Halaman daftar isi
Isi daftar isi sebenarnya adalah kerangka dari skripsi tersebut itu. Disamping untuk memberi petunjuk secara garis besar mengenai seluruh isi yang terdapat dalam skripsi itu, daftar isi juga memberikan gambaran yang pasti tentang urutan cara berpikir penulis dalam memecahkan persoalan sistematika).
Semua judul bab, judul sub-bab disusun secara vertikal dalam suatu daftar. Semua judul bab diketik dengan huruf besar, sedangkan sub-bab, anak sub-bab dan rinciannya hanya huruf awal yang diketik dengan huruf besar.
Pada daftar Isi dimasukkan halaman-halaman ABSTRAK, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR ISTILAH SINGKATAN, DAFTAR LAMPIRAN (bila asa lampiran, maka daftar lampiran dapat dibuat daftar lampiran tersendiri atau menyatu dengan tabe/gambar), dalam rangka Romawi kecil, diikuti degan rincian Bab-bab bagian utama skripsi, dan diakhiri dengan DAFTAR PUSTAKA dan LAMPIRAN.
g)      Halaman daftar tabel (bila ada)
Bila skrisi itu mencantumkannya banyak tabel, maka tabl-tabel tersebut hendaknya di daftar urut untuk seluruh isi skripsi dengan nomor yang berurutan. Daftar tabel ini hendaknya dimuat pada halaman daftar tabel.
h)      Halaman daftar gambar, grafik, diagram, bagan data dan sebagainya (bila ada)
Sebagaimana pada tabel, gambar (dapat berupa grafik, diagram, bagan, peta, dan sebagainya) hendaknya diberi nomor urut untuk seluruh isi skripsi.
2.      Bagian tengah atau subtansi (contents)
Isi skripsi dibagi dalam bab-bab, di mana setiap bab dibagi-bagi lagi atas subbab-subbab. Subbab dapat dibagi lagi dalam anak sub bab (paragraf), dan paragraf dapat dibagi lagi atas anak paragraf dan seterusnya. Jumlah bab dalam skripsi tergantung pada pembagian yang logis serta sifat pada materi yang dibahas. Dalam bagian ini tercantum teks yang secara ilmiah memaparjan penelitian, pengembangan model atau prototipe yang dilakukan serta hasil-hasil yang doperoleh dari penelitian tersebut. Penyajian lugas dan sistematis, menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah dan tat bahasa yang berlaku,
Biasanya berisi kelenngkapan-kelengkapan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Dalam Bab PENDAHULUAN, yang merupakan BAB I skripsi,, dikemukakan dengan singkat dan jelas:
1)      Latar belakang
Persoalan, mengungkap latar belakang timbulnya masalah yang akan dibahas dalam skripsi. Latar belakang memuat masalah penelitian dan alasan logis-rasional mengapa suatu masalah terebut harus diteliti atau dicari jawabannya melalui penelitian. Untuk mempertegas latar belakang perlu adanya data faktual yang dapat diperoleh dari berbagai sumber.

2)      Identifikasi masalah
Identifikasi masalah telah memuat faktor-faktor penyebab terjadinya suatu masalah. Identifikasi menjelaskan hal-hal dominan apa yang menjadi penyebab terjadinya suatu masalah. Dalam identifikasi masalah, peneliti hendaknya menjelaskan faktor-faktor yang berkaitan atau yang menjadi penyebab terjadinya masalah dengan argumentasi yang logis dan kritis berdasarkan fakta empiris dan teoritis yang mendalam. Identifikasi masalah disusun dalam bentuk pernyataan bukan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan.
3)      Pembatasan Masalah
Pembatasan masallah juga mempunyai arti menetapkan ruang lingkup penelitian dan batasan operasional variabel penelitian. Kecuali itum pembatasan dapat dilakukan pada aspek waktu, lokasi, dan objek atau subjek penelitian.
4)      Perumusan masalah
Perumusan masalah berisi rumusan pernyataan-pernyataan yang akan dicari jawabannya mealui penelitian. Perumusan masalah dibuat berdasarkan hasil identifikasi dan pembatasan masalah.
5)      Tujuan penelitian
Secara umum tujuan penelitian adalah untuk memberi  jawaban atas permasalahann penelitian yang telah dibuat dalam bentuk rumusan masalah. Tujuan penelitian dinyatakan dalam kalimat yang sifatnya menggali atau mendalami informasi. Kata-kata yang bia digunakan dalam tujuan penelitian antara lain: untuk mempelajari, mengeksplorasi, mengkaji, menemmukan atau mengungkapan.
6)      Kegunaan penelitian
Kegunaan penelitian membicarakan manfaat atau kegunaan atau kontribusi apa yang dapat diperoleh setelah masalah penelitian terpecahkan atau hasil penelitian dilakukan. Kegunaan penelitian dapat berbentuk kegunaan teoritis berupa pengetahuan baru untuk pengembangan keilmuan dan program studi tertentu. Kegunaan atau manfaat penelitian dapat dibuat juga dengan menyebut pihak-pihak yang dapat memperoleh manfaat langsung dari hasil penelitia yang telah dilakukan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Dalam Bab Tinjauan Pustaka, yang merupakan BAB II skripsi, diulas berbagai publikasi resmi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti atau direncanakan modelnya, mencakup antara lain: aspek masalah yang diteliti, pendekatan pemecahan masalah yang digunakan dan/model kerangka konsep yang dipakai.
A.    Deskripsi Teoritik
Dalam penelitian kuantitatif, deskripsi teoritik berisi teori-teori yang dijelaskan ke dalam bentuk konsep-konsep penting dari variabel peneliian. Dalam penelitian kuantitatif memuat penjelasan, komparasi, analisis, dan sintetis terhadap konsep-konsep dari variabel tak bebas dan variabel bebas.
Teori dalam penelitian kualitatif akan berkembang dalam proses penelitian dan diorientasikan kepada deskripsi dan pemahaman sosial-pendidikan.
B.     Hasil penelitian yang relevan
Bagian ini berisi hasil kajian dari laporan hasil-hasil penelitian terdahulu yang sesuai dengan masalah atau tema pokok yang diajukan peneliti. Kajian hasil penelitian relevan sangat penting karena dapat membanu peneliti untuk:
(1)   Menjadi pembanding tentang penemuan sebelumnya yang akan menjadi kelebihan dan kelemahan .
(2)   Mencegah terjadinya duplikasi atau replikasi penelitian
(3)   Melakukan koreksi terhadap hasil penelitian sebelumnya dari aspek ketepatan masalah, teori dan metodologis.
C.     Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir merupakan jembatan untuk menyusun hipotesis. Kerangka berpikir adalah argumentasi –argumentasi logis, rasional dan kritis mengenai hubungan atau keterkaitan antara variabel penelitian yang disusun peneliti berdasarkan hasil komparasi, analisis dan sintetis teori.
D.    Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian atau biasa disebut sebagai hipotesis verbal dibentuk berdasarkan kerangka berpikir yang telah disusun peneliti. Hipotesis penelitian adalah hasil kajian pustaka atau proses rasional dari penelitian yang telah mempunyai kebenaran secara otentik. Kebenaran hipotesis masih harus diuji kebenarannya. Hipotesis disusun dalam tiga bentuk, yaitu:
a.       Hipotesis deskriptif: kesimpulan sementara terhadap rumusan masalah deskriptif.
b.      Hipotesis asosiatif: kesimpulan masalah sementara terhadap rumusan masalah asosiatif
c.       Hipotesis komparatif: kesimpulan sementara terhadap rumusan masalah komparatif.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Untuk skripsi yang menggunakan penelitian kuantitatif dalam Bab METODOLOGI PENELITIAN, yang merupakan BAB III dijelaskan bebrapa hal ppokok, yaitu:
A.    Tempat dan Waktu penelitian
Tempat penelitian adalah tempat atau lokasi dimana penelitian dilakukan. Sedangkan waktu penellitian berisi penjelasan kapan penelitian dilakukan dan lamanya penelitian tersebut dilakukan.
B.     Metode dan disain penelitian
Metode penelitian berisi jenis penelitian yang digunankan peneliti untu memcahkan masalah penelitian. Berbagai ragam metode atau tekhnik penelitian antara lain: kausal komparatif, deskriptif, evaluasi, kebijakan, tindakan kelas, sejarah, survei, studi kasus, pengembangan (R & D), dan metode penelitian kepustakaan.
Disain penelitian adalah rancangan penelitian yang berisi pola umum penelitian yang akan digunakan peneliti. Disain penelitian biasanya akan megikuti pola dari metode penelitian yang dipilih sendiri oleh peneliti.
C.     Populasi dan Sampling
Istilah populasi biasanya dijumoai dalam penelitian kuantitatif. Karena sesuai dengan prinsip penelitian kuantitatif yang selalu mengambil sampel untuk populasi. Populasi dalah suatu himpunan dengan sifat-sifatnya yang ditentukan oleh penelitif sdemikian rupa sehingga setiap individu/variabel/data dapat dinyatakan dengan tepat. Sedangkan sampel adalah sebagian dari unit-unit dalam populasi yang ciri-ciri atau karakteristiknya benar-benar diselidiki.
D.    Teknik Pengumpulan Data
Mengumpulkan data berarti mencatat peristiwa, karakteristik, elemen, nilai variable. Teknik pengumpulan data menjelaskan teknik apa yang digunakan untuk menjaring data tentang variabel atau fokus penelitian. Pada penelitian kuantitatif pengumpulan data bisa dilakukan dengan tes atau non tes. Pada penelitian kualitatif mngkaji perspektif partisipan dengan multi strategi. Contoh tekhnik pengumpulan data seperti: observasi, dokumentasi, wawancara.
E.     Teknik Analisis Data
Analisi data dimulai dengan pengolahan data mentah. Mengolah data berarti membuat data ringkasan berdaarkan data mentah hasil pengumpulan data. Analisi data pada penelitian kuantitatif menggunakan tekhnik statistik. Hal ini brarti bahwa ketetapan tekhnik statistik yang digunakan dan ketelitian perhitungan. Pada penelitian kualitatof, analisis data dimulai dari reduksi data, kategorisasi data, sintesis, dan diakhiri dengan menyusun hipotesinya. Analisis data dalam penelitian kuakitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama dilapangan dan setelah selesai lapangan. Analisi data yang akan dipergunakan dalam penelitian kuaitatif adaah model analisis data mengalir (flow model). Sejumlah langkah analisis terdapat dalam sejumlah model ini, yakni pengumoulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles dan Huberman, 1992: 15-20).
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bagian ini merupakan BAB IV skripsi, yang memaparkan hasil penelitian secara objektif. Untuk analisis data kuantitatif, analisis dilakukan secara bertahap dari distribusi frekuensi, kemudian analisis bivariat. Pada tahap ini, analisis dilakukan dengan membaca dan menterjemahkan hasil penelitian di atas secara objektif dan belum menampilkan pendapat/subjektivitas peneliti.
Untuk analisis data kuantitatif, anlisis dilakukan dengan menuliskan hasil penemuan laoangan secara sistematis topik demi topik. Pembuktian data hasil lapangan dapat diperoleh dari wawancara, observasi, angket dan lain-lain dari penelitian lapangan dan atau penelitian kepustakaan perlu ditekankan.
Untuk pembuatan model dan hasil kegiatan lapangan pada bagian ini dapat dipaparkan bagaimana model tersebut dapat dioperasikan.
Pembahasan hasil penelitian secara menyeluruh, dilakukan dengan cara membandingkan hasil penelitian tersebut dengan teori atau hasil penelitian terdahulu sepeerti yang dituliskan dalam tinjauan pustaka.
Terakhir, pada pembahasan inilah mahasiwa diharuskan untuk mengutaraka bagaimana pendapatnya tentang masalah tersebut, setelah melakukan perbandingan antara apa yang ditemukan di lapangan dengan eori dan hasil penelitian sebelumnya. Kemampuan mengutarakan analisis dalam persepektif keilmuan menurut visi mahasisiwa, amat dientingkan dalam bab ini.
Bagian-bagian dari BAB IV ini antara lain:
A.    Deskripsi Data
Deskripsi data berisi pemaparan data temuan penelitian. Dalam penelitian kuantitatif deskriosi data berisi hasil-hasi dari analisis deskriptif. Pemaparan hasil analisi deskriptif disajikan atau dirangkum dalam bentuk tabel dan dalam bentuk visual secara grafik atau diagram yang menggambarkan keadaan, sifat, pola dan kecendrungan suatu data hasil penelitian.
B.     Pengujian hipotesis
Pengujian hipotesis berisi hasil-hasil perhitungan dengan menggunakan teknik analisis statistik tertentu. Hasil-hasil analisis ini dirangkum atau disajikan dalam bentuk tabel hasil pengujian hipotesis.
C.     Pembahasan Hasil penelitian
Uraian metodologi penelitian yang membicarakan tentang:
a.       Rancangan penelitian
b.      Jenis variabel dan pengukurannya
c.       Responden
d.      Metode penarikan sampel
e.       Metode pengumpulan data
f.       Instrumen penelitian
g.      Analisi data (model analisis)
Kita mengenal aada berbagai model analisi misalnya analisis regresi dan korelasi, analisis linier programing, analisis input-output. Analisis benefit-cost ratio dan sebagainya. Dari metode analisis yang dipilih kemukakan kebaikan dan kelemahannya atau ketebatasannya dalam kemukakan usahausaha untuk mengatasi kelemahannya.
7)      Outline laporan penelitian yang merupakan ikhtisar dari skripsi.
Dalam subbab ini diuraikan secara singkat pada bab-bab yang ada dalam skripsi. Dengan perkataan lain diuraikan struktur atau sistematika skripsi.  Sesudah bab pendahulu, kemudian dikemukakan bab-bab penguraian dan dibagi menurut bagianbagian yang logis.
A.    Bab uraian tertulis teoritis (tinjauan pustaka)
Dalam bab ini diketegahkan teori-teori ilmu pengetahuan yang bersangkutan dengan persoalan yang sedang diteliti. Misalnya yang sedang diteliti masalah pemasaran komoditi hasil pertanian, maka diketegahkan teori-teori ilmiah tentang pemasaran (tata niaga) komoditi hasil pertanian. Teori di sini mencakup pula hasil-hasil penelitian yang sudah ada dari peneliti terdahulu dalam bidang yang sama. Perlu diperhatikan bahwa uraian teori disini supaya diarahkan pada penguatan hipotesis yang telah dikemukakan pada bab pendahulluan.
B.     Bab-bab uraian empirik (hasil penelitian)
Salam bab-bab ini disajikan data yang didaat dari penelitian lapangan (setelah data yang dibutuhkan dikumpulkan, disusun, dan diolah). Dari data yang telah disajikan itu kemudian diadakan penganlisisan, untuk nantinya pada kesimpulan-kesimpulan hasil analisis. Perlu diperhatikan juga bahwa analisis data hendaknya diarahkan pada pembuktian hipotesis yang telah dikemukakan oleh penulis.
Banyaknya bab uraian empirik ini ditentukan menurut kebutuhan. Umumnya dipisahkan dalam “Bab Gambaran Umum Objek Penelitian”, “Bab Analisis Data”, dan “Bab Kesimpulan dan Saran”.
C.     Bab terakhir
Dari skripsi selalu merupakan bab kesimpulan dan saran. Bab terakhir dari bagian tengah ini biasanya terdiri dari subbab, yaitu:
1)      Kesimpulan
Perlu di perhatikan bahwa kesimpulan tidaklah sama dengan ikhtisar. Sesuatu yang menyimpulkan akan memprhatikan interprestasi mengenai implikasi hubungan dan akibat atau hasil dari segenap uraian yang mendahuluinya, edangka ikhtisar meringkaskan aoa yang telah diuraikan. Dalam mengemukakan kesimpulan penulis tidak diperkenankan menyimoukan sesuatu apabila pembuktiannya tidak terdapat dalam penguraian. Dalam hipotesis yang telah dikemukakan pada bab pendahuluan terbukt benar atau sebaliknya tidak benar.
Untuk melihat ketetapan dan kewajaran “kesimpulan” perlu dijawab pertanyaan-pertanyaan dibawah untuk mengeceknya:
a)      Apakah kesimpulan itu dapat diperkuat dengan bukti-bukti yang terdapat dalam uraian?
b)      Apakah kesimpulan itu langsung berhubungan dengan pembuktian benar tidaknya sesuatu hipotesis, selanjutnya untuk hipotesis yang mana?
c)      Apakah kesimpulan itu diperoleh dari hasil pertimbangan yang tidak memihak terhadap data?
d)     Apakah keseluruhan merupakan jawaban yang langsung terhadap masaah dan tujuan penelitian?
e)      Apakah perumusan kesimpulan telah jelas dan teliti sehingga setiap pembaca dapat menangkapnya?
3.      Bagian akhir (reference section)
Biasanya berisi kelengkapan-kelengkaoan sebagai berikut:
a)      Daftar pustaka (bibliografi)
Yang dimaksud dengan daftar kepustakaan ialah suatu daftar yang terperinci dan sistematis dari semua karya ilmiah oleh penulis yang oleh penulis dopergunakan dalam menulis skripsinya baik secara langsung atau tidak langsung. Penggunaan langsung yaitu apabila penulis mengutip kallimat-kalimat tertentu dari suatu karya ilmiah, sedang penggunaan tidak langsung yaitu apabila penulis hanya membaca karya ilmiah tertentu sebagai bahan pembanding dan tidak mengutip kalimat. Pedoman yang perlu diperhatian ialah bahwa semua sumber bahan yang digunakan dalam penyusuna skripsi harus dimasukkan dalam daftar kepustaskaan, kecuali bahan-bahan yang tidak terdapat dalam perpustakaan misalnya keterangan lisan.
 Daftar pusaka ditulis dengan urutan: nama pengarang (nama kedua jika namanya terdiri dari dua kata yang bukan merupakan nama terakhir), koma, nama lengkap tanpa gelar, baik akademik maupun kehormatan, seperti: Prof. Dr. Ma. M.Sc. Drs., S.Ag atau KH., dan sebagainya, koma, judul buku/karya dicetak miring, koma, jilid atau volume, koma, tempat penerbitan. Penulisan nama pengarang disusun menurut urutan alfabetis dengan mendahulukan nama keluarga dan ,arga (kalau ada) atau nama belakang, dan diketik pada ketukan pertama selanjutnya baris kedua dan berikunya diketik mulai ketukan kelima. Nama penulis yang dimulai dengan kata sandang alurutan alfabetissnya bukan huruf A, melainkan huruf sesudah al
Contoh: Kurniawan, Deni (2011). Pembelajaran Terpadu. Bandung: Pustaka Cendikia Utama.
b)      Lampiran atau appendix (bila ada)
Yang dimaksud dalam lampiran misalnya formulir, surat keterangan, daftar pertanyaan, daftar angket, contoh-contoh, peraturan-peraturan, akte perjanjian, anggaran rumah tangga dan sebagainya. Lampiran diperlukan apabila ada bahan bahan yanh bersifat suplementer (melengkapi) atau eksplanatoria (menjelaskan) yang tidak perlu dimasukkan dalam teks. Bilamana terdapat lebih dari sebuah lampiran dapat disesuaikan dengan uratan keperliannya dalam keseluruhannya. Lampiran biaanya ditandai dengan angka romawi besar, jadi lamppiran yang ertama disebut Lampiran I dan seterusnya.
c)      Indeks (bila ada)
Mungkin dalam skripsi itu banyak terdapat kata atau istilah asing atau bahasa daeraah yang kiranya memerlukan penjelasan tersendiri, maka kata dan istilah asing beserta penjelasannya dapat dimasukkan dalam indeks istilah. Indeks ini dapat juga untuk menyajikan daftar pengarang di mana tulisan-tulisannya telah banyak dikutp dalam skripsi tersebut, dan daftar subjek pembicaraan penting yang terdapat dalam skripsi tersebut. Keduanya berturut-turut dinamakan indeks pengarang dan indeks ubjek. Indes ini disusun secara alfabetis agar mudah dicari. Contoh terlampir.
d)     Kesimpulan
Meupakan BAB V skripsi, yang memuat kesimpulan hasil penelitian secara sistematis yang berkaitan dengan upaya menjawab hipotesis dan/tujuan penelitian. Pada akhir bab ini dikemukakan saran-saran yang berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan maupun model/prototipe yang dihasilkan.
e)      Saran
Saran-saran ini harus menunjukkan kesesuaian dengan masalah, penguraian, dan kesimpulan. Eperti telah disinggung pada uraian bab dua, saran-saran ini merupakan manifestasi dari keinginan peneliti untuk sesuatu yang belum terjadi dan riil apabila dilaksanakan. Saran-saran ini biasanya dimunculkan karena peneliti melihat kekurangan yang berhubungan dengan objek studinya. Peneliti juga harus melihat hasil penelitiannyam dan untuk itu peneliti perlu memberi saran penelitian apa yang seharusnya dilakukan sebagai penelitian lanjutan.
D.    Bahasa dan teknik notasi ilmiah
A)    Penggunaan Huruf
a.       Huruf besar
1.      Digunakan sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Misalnya: Dia pandai di antara teman-temannya di kelas 5 sekolah.
2.      Dibapakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan Kitab suci. Misalnya: Yang Maha Kuasa.
3.      Dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan. Tetapi tidak dipakai untuk huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. Misalnya: Imam Syafi’i atau Tahun ini dia pergi naik haji.
4.      Dipakai untuk huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau dipakai sebagai pengganti nama orang. Mislanya: Wakil Presiden.
5.      Dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Misalnya: Syifa Khaerani.
6.      Dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Misalnya: bangsa Indoneisa. Tetapi tidak dipakai untuk huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai dalam bentuk dasar. Misalnya: Mengindonesiakan bahasa asing.
7.      Dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari raya, dan persitiwa bersejarah. Misalnya: bulan September
8.      Dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Misalnya: Asia Tenggara.
9.      Dipakai sebagi huruf pertama semua kata didalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan. Misalnya: Saya telah membeli buku Raditya Dika yang berjudul Kambing Jantan.
10.  Dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan gelar, pangkat, dan sapaan. Misalnya: Dr. (doktor).
11.  Huruf kaital yang dipakai untuk mengganti kata ganti anda. Misalnya: Sudahkah Anda Tahu?
b.      Huruf miring (italic)
1.      Huruf miring dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya: majalah bahasa dan Kesusteraan.
2.      Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf dalam cetakan. Misalnya: Dia bukan ditipun tapi menipu.
3.      Digunakan untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Misalnya: nama ilmiah padi oryza sativa.

B)    Penulisan kata
a.       Kata Dasar
Kata dasar ialah kata yang belum mendapatkan imbuhan (awalan, akhiran atau sisipan) dituliskan suatu kesatuan. Misalnya ibu, percaya, tahu, buku itu, sangat, tebal.
b.      Kata turunan
1.      Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis seranglai dengan kata dasarnya. Misalnya: bergeletar, dikelola, penataan, mempermainkan.
2.      Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan, atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Misalnya: bertepuk tangan.
3.      Bentuk dasar berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, usur gabungan kata itu ditullis serangkai. Misalnya: menyebarluaskan.
4.      Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai. Misalnya: antar kota, intropeksi, mahasiswa.
5.      Kata maha adalah kata gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang bukan dasar, gabungan itu tertulis terpisah. Mislanya: mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa.
c.       Kata ulang
Bentuk ulang ditulisa secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. Misalnya: anak-anak.
d.      Gabungan kata.
1.      Gabungan kata sering disebut majemuk,termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah. Misalnya: duta besar.
2.      Gabungan kata, termasuk istilah khusus yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. Misalnya: alat pandang-dengar, anak istri saya.
3.      Gabungan kata brikut ditulis serangkai. Mialnya: Bissmillah, acapkali, adakallanya.
e.       Kata ganti ku, kau, mu, dan nya
Kata ganti: ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, ku, mu, dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mendaahuluinya. Misalnya: apa yang kumiliki boleh kau ambil
f.       Kata depan di, ke, dan dari
Kata depan: di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada. Misalnya: kain itu terletak di dalanm lemari.
C)    Pemenggalan Kata
Dalam suatu naskah, untuk efisiensi dan estetika sehingga trlihat danya
Selain adanya daftar putsaka sebagai sumber yang ditulis pada Bab akhir, masih ada juga hal yang diperhatikan saat menulis skripsi yaitu: body note. Cara pengutipan dengan body note dilakukan dengan cara mengacu pada suatu sumber informasi yang dimasukkan langsung ke dalam naskah. Hal ini adalah bila penulis mencantumkan sumber langsung dalam tubuh teks atau dalam kalimat yang dikutip oleh penulis. Pencantuman body note dilakukan dengan memberikan nama pengarangm tahun terbit, dan halaman yang dikutip.
a.       Sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks:
1.      Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Suharsimi Arikunto (2006: 189) menyatakan bahwa........; atau menurut Arikunto (2006: 189) bahwa................
2.      Satu sumber kutipan dengan dua penulis; Cooper dan Schlinder (2003:24) menyatakan bahwa...................
3.      Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: Guan et al. (2009: 32) menyebutkan bahwa........
b.      Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks:
1.      Satu sumber kutipan dengan satu penulis:........................
(Suharsimi Arikunto, 2006: 189)
2.      Satu sumber kutipan dengan dua penulis:............................. (Cooper dan Schlinder, 2003: 24)
3.      Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis:............ (Guan et al, 2009:32).
c.       Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama. Misal: John (2006, 2007); jika tahunnya sama Sumiyana (2010a, 2010b)
d.      Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Abody dan Kaszmik, 2000 Guan et al., 2000)
e.       Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (2010).
f.       Sumber kutipan menyebut suatu peraturan atau undang-undang: Undang-undang No.12 Tahun 2012....
g.      Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam asyik (2009:32)


















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Etika penulisan Skripsi dibutuhkan untuk menjunjung integritas moral dalam dunia akademisi dan menghindari plagiasi, mahasiswa diwajibkan membuat surat pernyataan (fakta integritas) bahwa skripsi yang ditulisnya adalah hasil karya  sendiri, benar dilakukan dan bukan hasill rekayasa atau hasil karya orang lain dan atau dibuat oleh orang lain.
2.      Format suatu skripsi dibagi atas bagian-bagian:
a.       Bagian awal berisi
1)      Halaman judul
2)      Halaman pengesahan
3)      Halaman motto dan srsembahan
4)      Halaman daftar isi
5)      Halaman daftar tabel
6)      Halaman daftar gambar
b.      Bagian tengah terdiri:
1)      Pendahuluan
2)      Uraian teoritis
3)      Uraian empirik
4)      Kesimpulan dan saran
c.       Bagian akhir terdiri dari:
1)      Daftar Pustaka
2)      Lampiran
3)      Indeks





Daftar pustaka
1.      Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Jakarta (2014); pedoman Penulisan Skripsi
2.      Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (2014). Pedoman Penulisan Skripsi
3.      Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Metode Penelitian, Dirjen Dikti, Jakarta 1984.
4.      Margono, S, Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta, 2010