Mata Kuliah: Pengembangan Pendidikan PKN di SD
hari ini presentasi Kelompok metlit untuk kelompok terakhir. kebetulan penulis sendiri yang harus presentasi bersama temen sekelompk lainnya. pokoknya begini sih insya allah bener kalaupun ada kesalahan mohon dimaklumi.
ETIKA PENELITIAN DAN FORMAT DAN SISTEMATIKA
PENULISAN LAPORAN (bentuk skripsi)
Disusun
oleh :
Gita Wahyu Kusuma Dewi (2013820023)
Syifa Khaerani (2013820058)
Iffa Hafiffah (2013820056)
Wiqoyyaturizqiah (2013820059)
Nurul Hidayah (2013820021)
Rezka Pahlevi
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas Metodologi Penelitian untuk memenuhi nilai tugas kami yang
berjudul “Etika
penelitian dan Format dan sistematika laporan hasil penelitian (bentuk
skripsi)” dengan lancar dan insya allah tidak ada kekurangan.
Kami
telah berusaha maksimal untuk menyelesaikan makalah dengan baik. Apabila ada
kekurangan dalam makalah ini itu dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan
kemampuan kami. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun demi kesempurnaan makalah pada masa yang akan datang.
Tangerang Selatan, 27 Mei 2015
Kelompok
10
DAFTAR ISI
Kata pengantar
Daftar isi
BAB 1 PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
B.
Perumusan Masalah
C.
Tujuan penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A.
Etika penelitian
B.
Sistematika Penulisan
C.
Format penulisan
D.
Penulisan Sumber Kutipan
BAB III PENUTUP
1.
KESIMPULAN
DAFTAR PSUTAKA
KESIMPULAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Penulisan makalah ini
merupakan pemaparan tentang Etika Penelitian dan Format dan Sistematika laporan
hasil penelitian dalam bentuk skripsi. Seperti yang sudaah pernah dibahasa
pengertian Penelitian adalah suatu proses mencari tahu sesuatu secara
sistematis dalam waktu yang menggunakan metode ilmiah serta aturan-aturan yang
berlaku. Dan sekarang dalam makalah ini kita akan membahas tentang sistematika
laporan tersebut.
Dalam proses penelitian
pendidikan pastinya terdapat etika yang harus diketahui agar proses penelitian
dapat berjalan lancar. Etika penelitian erat kaitannya dengan “benar” atau
“salah”dalam melakukan penelitian. Dengan etika penelitian ini peneliti pun
bisa mengetahui apakah penelitiannya layak atau tidak layak untuk dilakukan. Peneliti
juga mempunya tanggung jawab terhadap perlakuan etis dari pihak-pihak yang
terlibat pada saat penelitian sedang berlangsung.
Setelah melakukan
penelitian peneliti bisa langsung menuliskan hasil penelitiannya dalam
sistematika dan format laporan hasil penelitian yang sudah di tetapkan. Sistematika
dan format ini adalah acuan untuk peneliti dalam menyusun hasil laporannya.
Karena untuk menulis hasil laporan tidak bisa sembarang menyusunnya.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa
itu etika penelitian?
2. Bagaimana
format penulisan skripsi?
3. Bagaimana
sistematika hasil laporanrddrddu uii penelitian dalam bentuk skripsi?
4. Bagaimana
penulisan Bahasa dan Notasi Ilmiah?
C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk
mengetahui apakah makna dari etika penelitian serta.
2. Mengetahui
format penulisan skripsi.
3. Mengetahui
dan sistematika hasil laporan penelitian dalam bentuk skripsi.
4. Mengetahui
penulisan Bahasa dan Notasi Ilmiah.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Apa itu etika penelitian?
Etika sering disamakan dengan moral. Etika
berasal dari bahasa yunani “ethos” atau “ethikos” disebut “mos” atau moralitas.
Keduanya memiliki arti yang sama yaitu adat istiadat, kebiasaan. Istilah moral
biasanya dipergunakan untuk memberikan penilaian atau predikat terhadap tingkah
laku manusia. Berkenaan dengan adanya ranah kegiatann peneletian “etika”
dijadikan sebagai ukuran kepatutan boleh atau tidaknya, baik atau buruknya
sebuah aspek aspek tertentu dalam kegiatan penelitian pendidikan. Hal ini diperlukan
karena bagaimanapun juga esensi penelitian adalah untuk mencari kebenaran dari
sebuah gejala yang muncul.
Untuk menunjang
integritas moral dalam dunia akademisi dan menghindari plagiasi, mahasiswa
diwajibkan membuat surat pernyataan (fakta integritas) bahwa skripsinya yang
ditulisnya adalah hasil karyanya sendiri, benar dilakukan dan bukan hasil
rekayasa atau hasil karya orang lain dan atau dibuat orang lain.
Kode etik adalah etika
yang harus dipatuhi oleh mahasiswa (peneliti) ketika melakukan penulisan
skripsi berkaitan dengan: subtansi skripsi, proses penelitian, pengutipan dan
perujukan, perizinan atau persetujuan dengan institusi terkait atau komunitas
yang diteliti, dan penyebutan sumber data dan informan.
a.
Etika penulisan skripsi
Penulis skripsi harus
memiliki integritas moral melakukan penulisan ilmiah (skripsi) yang tercermin
dalam asas-asas moral berikut:
1.
Kebenaran
2.
Kejujuran
3.
Menyadarkan kekuatan argumentasi
4.
Rasional
5.
Objektif
6.
Kritis
7.
Terbuka
8.
Pragmatis
9.
Netral dari nilai-nilai yang bersifat
dogmatic dalam menafsrikan hakikat realitas
10.
Bertanggung jawab, termasuk tanggung
jawab sosial
Sedangkan sifat-sifat
yang harus di jauhi dalam penelitian dan penulisan skripsi adalah sebagai
berikut:
1.
Bohong
2.
Tidak objektif
3.
Ceroboh
4.
Curang
5.
Pemalsuan
6.
Plagiat
7.
Fiktif
b.
Etika dalam proses penelitian
Etika prosses dalam
penelitian apa yang sah dilakukan dan apa yang dilarang dilakukan serta
nilainilai moral yang harus ditaati oleh seorangg peneliti dalam melaksanakan
penelitian dalam proses penelitian selayaknya peneliti:
1.
Mendapatkan izin atau persetujuan d ari
subjek penelitian atau pihak yang berwenang dalam pengumpulan data. Misalnya,
sekolah, madrasah, pesantren, atau lembaga terkait;
2.
Menjaga privasi subjek atau responden
penelitian;
3.
Tidak memaksakan kehendak kepada subjek
atau responden dalam pengumpulan infomrasi/data;
4.
Tidak merubah data dan temuan penelitian
dilapangan, laboratorium, dan/atau pustaka sehingga tidak sesuai dengan fakta
dan realitas yang sebenarnya, membuat data sendiri, atau membuat interpretasi
yang tidak sesuai dengan yang dikehendaki oleh respondan atau informan. Karen
itu, berita acara (transkripsi dn hasil pengamatan) harus mendapat persetujuan
dari narasumber (responden atau informan);
5.
Tidak merugikan pihak lain didalam
lembaga atau responden baik secara fisik, psikis, material maupun moral;
6.
Tidak merendahkan, melecehkan,
menyinggung perasan, dan membuat malu responden dalam proses pengumpulan data;
7.
Tidak melakukan kebohongan dalam
penggunaan metodoogi penelitian, dalam penetuan sample, pemilihan subjek secara
randomisasi dalam eksperimen dan sebagainya;
8.
Mengklaim penelitian orang lain ebagai
hasil karya sendiri.
c.
Pelanggaran
Satu diantara bentuk
pelanggaran kode etik dalam penulisan karya ilmiah adalah plagiat. Plagiat
dalam diartikan sebagai tindak pencurian dan “peminjaman” mendapat, ide,
pemikiran, kata kalimat, paragraf, karangan orang lain, dan menjadikan sebagai
hasil sendiri dan nama sendiri. Sedangkan plagiarisme adalah pencurian ide,
hasil penelitian dan tulisan hasil orang lain yang digunakan dalam tulisan,
seolah-olah ide atau hasil tulisannya sendiri sehingga merugikan orang lain
baik material ataupun non material. Pelaku plagiat biasa disebut plagiator.
d.
Sanksi pelanggaran
1)
Dinyatakan tidak lulus ujian
a) Sangksi
tersebut dikenakan kepada pelaku pagiasi total dan jenis pelanggaran ini
diketahui ketika ujian. Jika plagiasi diketahui setelah yang bersangkutan
setelah lulus maka ijazah yang bersangkutan dinyatakan batal demi hukum.
b) Sanksi
ini juga dikenakan oleh pelaku manipulasi, pemalsuan data dan pembuatan data
fiktif.
2)
Lulus bersyarat
Sanksi
ini dikenakan oleh pelaku plagiat parsial. Pelaku juga diwajibkan memperbaiki
skripsinya sesuai saran penguji.
3)
Surat peringatan/teguran oleh ketua
jurusan dan atau dekan.
Sanksi
ini dikenakan pada peneliti yang merugikan melakukan perbuatan tidak
menyenangkan kepada orang atau pihak lain dalam proses penelitiannya, setelah
ada laporan peneliti itu pada jurusan, bidang studi.
2. Sistematika penulisan skripsi
1) Ukuran
kertas
Kertas yang digunakan
untuk penulisan skripsi adalah A4 ukuran (21,5 x 29,7 cm) menggunakan jenis HVS
puti tanpa garis, berat 80 gram.
2) Ukuran
margin
Skripsi diketik memakai
komputer dengan menggunakan program microsoft word, dengan batas pengetikan 4
cm dari tepi kiri, 3 cm dari tepi kanan, dan 3 cm dari tepi bawah, dan 4 cm
dari tepi atas.
3) Jenis
dan ukuran huruf
Pengetikan skripsi
menggunakan huruf “Arial” berukuran font:
a) Naskah
: 12
b) Judul
bab : 14
c) Judul
skripsi : 14 – 16 (tergantung panjang
pendeknya judul)
Judul bab dan judul
skripi diketik tebal (bold)
4) Spasi
Jarak ketikan adalah 2
spasi (kecuali untuk abstrak, jarak pengetikan 1 spasi). Jarak ketikan antar
sub judul juga diketik dengan 1 spasi. Jarak antara judul bab dan awal naskah 4
spasi. Jarak antara akhir naskah dengan sub-judul maupun antara sub-judul da
anak sub-judul adalah 4 spasi. Sedangkan jarak antara sub-judul dan awal naskah
berikutnya, serta jarak antara linea sama dengan jarak antar baris, yaitu 2
spasi.
5) Penomoran
halaman
Bagian
pendahuluan/persiapan skripsi diberi nomor halaman dengan angka romawi kecil,
sedangkan bagian naskah/isi dan bagian akhir skripsi dengan angka arab. Nomor
halaman diletakkan disebelah kanan atas, kecuali untuk haoaman awal pada setiap
bab di bagian tengah bawah naskah.
6) Urutan
penyajian
Pengetikan skripsi
dilakukan pada satu sisi halaman saja (tidak timbal balikk) setiap bab dimulai
pada halaman baru. Judul bab diketik pada batas atas bidang pengetikan, disusun
simetris menggunakan huruf besar, tanpa diberi garis bawag atau pembubuhan titik
di akhir kalimat. Kalimat pertama dimulai 2,5 cm ditambah dua spasi dari tepi
atas kerta (2 spasi adalah jarak nomor halaman dan kalimat pertama). Awal
diketik 1 “tab” atau 7 huruf dari batas huruf pertama sub-judul ataupin anak
sub-judul.
7) Pemberian
tanda bagian skripsi
Penomoran atau
pemberian tanda pada judul sub-bab atau anak sub-bab harus konsisten, yakni
dengan gabugan abjad dan angka Arab, sperti contoh berikut ini:
BAB I PENDAHULUAN
A
1
a
1)
a)
(1)
(a)
3. Format penulisan skripsi
Laporan hasil
penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa lazim dinamakan skripsi. Skripsi
ini harus mengikuti bentuk-bentuk skripsi yang telah digariskan oleh perguruan
tinggi di mana mahasiswa tersebut belajar. Yang dimaksud dengan bentuk skripsi
adalah keseluruhan bagian yang peru ada atau bilamana ada pada suatu buku
skripsi. Mengingat hasil penelitian yang disusun dan dilaporkan dalam bentuk
skripsi kenyataannya berbentuk buku, maka bentuk buku skripsi ini tidak jauh
berbeda dengan bentuk buku-buku teks pada umumnya.
Biasanya bentuk skripsi
terdiri dari tiga bagian pokok, yaitu:
1.
Bagian awal (preliminary section)
Biasanya berisi
kelengkapan0kelengkapan sebagai berikut:
a)
Halaman judul (tittle page)
Warna sampul skripsi
disesuaikan dengan warna masing-masing Program Studi yang ada pada Fakultas
Ilmu Pendidikan. Sampul skripsi dengan bahas karton tebal, dilapisi linn dan
selubung plastik tranparan. Huruf-huruf pada sampul dicetak dengan tinta cetak
warna hitam atau kuning emas, dengan susunan:
1)
Pada halaman bagian atas terdapat
lambang UMJ, lalu dibawahnya dituliskan judul skripsi secara lengkap,, dimana
jika lebih dari satu baris disusun berbentuk piramida terbalik dan diketik
dengan satu spasi. Judul skripsi keseluruhannya diketik dengan huruf besar,
ditulis lengkap tidak ada yang disingkat. Ada baiknya judul skripsi singkat,
tetapi cukup bisa mencerminkan bagian secara jelas dan deskriptif sehingga para
pembaca dapat mempeeroleh pengertian yang tepat mengenai apa yang dimaksud oleh
penulis. Dapat juga judul skripsi dibagi dalam dua bagian, bilamana judul
skripsi terlalu panjang, Bagian pertana cukup merumuskan pokok persoalan,
sedangkan bagian yang kedua merupakan anak judul yaitu keteranganpada pokok
persoalan.
2)
Pada halaman bagian tengah dicantumkan
suatu pernyataan yang menjelaskan bahwa skripsi itu diajukan untuk melengkapi
tugas-tugas dan memenuhi syarat guna mencapai gelar sarjana ilmu tertenu pada
jurusan tertentu di suatu fakultas dari universitas tertentu.
3)
Pada halaman bagian bawah dituliskan
nama lengkap penulis dan nomor mahasiswana. Nama penulis dikeik dengan huruf
besar.
4)
Paada halaman bagian paling bawah dituliskan
secara berturut-turut dicantumkan tulisan Progran Studi, Fakultas, dan
Universitas Muhammadiyah Jakarta dan tahun pembuatannya diletakkan paling
bawah.
Perlu diperhatijan
bahwa halaman judul ini dihitung sebagai halaman pertama dari bagian awal skripsi,
tetapi tidak perlu diberi nomor halaman.
b)
Abstrak
Abstrak merupakan
rigkasan atau ulasan singkat isi skripsi, tanpa tambahan penafsiran, kritik
maupun tanggapan penulis. Setiap skripsi harus mempunyai abstrak yang membekali
pembaca dengan inti tulisan yang bersangkutan, yang mencakup:
a.
Masalah utama yang diteliti dan ruang
lingkupnya;
b.
Metode yang digunakan;
c.
Hasil yang diperoleh;
d.
Kesimpulan dan kegunaan.
Abstrak ditulis
maksimal 250 kata dalam 1 paragraf, tanpa paragraf indent (menjorok) di awal
kalimatnya atau rata kanan dan kiri. Abstrak ditulis dalam bahasa Indoensia dan
dianjurkan dalam bahasa inggis. Abstrak ditempatkan pada halaman setelah
halaman judul, menggunakan kalimat aktif baik abstrak berbahasa Indonesia dan
dianjurkan menggunakan bahasa Inggris maksimal 1 halaman. Contoh: lampiran
c)
Halaman penerimaan (pengesahan) skripsi
oleh pembimbing
a.
Halaman persetujuan Pembimbing, seperti
berikut ini :
“
skripsi ini telah disetujuan, dan diperiksa oleh Pembimbing untuk dipertahankan
di hadapan panitia penguji”
b.
Halaman pengesahan Tim Penguji
Halaman
ini berisi tentang pengesahan dari Panitia Penguji bahwa skrip sudah diuji.
Contoh: terlampir
d)
Halaman motto atau persembahan (bila
ada)
Halaman
motto dan atau persembahan (bila ada). Halaman ini dapat berisi motto dan atau
persembahan. Motto adalah semacam semboyan yang berupa kalimat pendek, yang
menggambarkan pandangan hidup penulis sehubungan dengan penulisan skripsi
tersebut. Bagian motto ini diisi dengan kata-kata mutiara, cupkikan doa,
semboyan atau motto yang ingin dikemukakan penulis, diletakkan setelah halaman
persembahan. Fungsi lain dari motto adlah guna nenyegarkan “suasana” itu
sendiri karena sifat uraian bersifat kering. Mengingat fungsi moto penulis haru
memperhatikan hal-hal sebegai berikut:
a. Isi
motto hendaknya ada hubungan dengan masalah yang ditulis.
b. Motto
jangan terlalu panjang.
c. Motto
hendaknya puitis
d. Dan
hendaknya dicantumkan dari mana motto itu berasal.
Contoh: “tiada
pengorbanan yang sia-sia”
Kata persembahan
ditulis di bagian bawah kanan. Ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada
penulis unuk menyampaikan kata hatinya terutama hasrat pengabdiannya. Halaman
ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin mempersembahkan karyanya kepada orang
tertentu yang telah berjasa atas penulisan skripsi ini.
Contoh: terlampir.
e)
Halaman kata pengantar atau acknowledgement (ucapan terimakasih)
Fungsi utama dari kata
pengantar (preface) adalah mngantarkan para pembaca pada persoalan yang
dibahas, judulnya, mengapa memilih persoalan itu, tetapi belum sampai pada
keseluruhan persoalannya.
Pada umumnya halaman
ini memuat ucapan terima kasih kepada pihak-pihak tertentu yang telah
membantunya selama penulisan ataupun pendidikan. Judul KATA PENGANTAR diketik
simetris tanpa garis bawah dan titik akhir kalimat. Pada akhir teks di sebelah
kanan bawah dicantumkan tanggal penulisan dan kata “penulis”, maksimal halaman dengan jarak ketikan 1,5 spasi”
f)
Halaman daftar isi
Isi daftar isi
sebenarnya adalah kerangka dari skripsi tersebut itu. Disamping untuk memberi
petunjuk secara garis besar mengenai seluruh isi yang terdapat dalam skripsi
itu, daftar isi juga memberikan gambaran yang pasti tentang urutan cara
berpikir penulis dalam memecahkan persoalan sistematika).
Semua judul bab, judul
sub-bab disusun secara vertikal dalam suatu daftar. Semua judul bab diketik
dengan huruf besar, sedangkan sub-bab, anak sub-bab dan rinciannya hanya huruf
awal yang diketik dengan huruf besar.
Pada daftar Isi
dimasukkan halaman-halaman ABSTRAK, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL,
DAFTAR GAMBAR, DAFTAR ISTILAH SINGKATAN, DAFTAR LAMPIRAN (bila asa lampiran,
maka daftar lampiran dapat dibuat daftar lampiran tersendiri atau menyatu
dengan tabe/gambar), dalam rangka Romawi kecil, diikuti degan rincian Bab-bab
bagian utama skripsi, dan diakhiri dengan DAFTAR PUSTAKA dan LAMPIRAN.
g)
Halaman daftar tabel (bila ada)
Bila skrisi itu
mencantumkannya banyak tabel, maka tabl-tabel tersebut hendaknya di daftar urut
untuk seluruh isi skripsi dengan nomor yang berurutan. Daftar tabel ini
hendaknya dimuat pada halaman daftar tabel.
h)
Halaman daftar gambar, grafik, diagram,
bagan data dan sebagainya (bila ada)
Sebagaimana pada tabel,
gambar (dapat berupa grafik, diagram, bagan, peta, dan sebagainya) hendaknya
diberi nomor urut untuk seluruh isi skripsi.
2.
Bagian tengah atau subtansi (contents)
Isi skripsi dibagi
dalam bab-bab, di mana setiap bab dibagi-bagi lagi atas subbab-subbab. Subbab
dapat dibagi lagi dalam anak sub bab (paragraf), dan paragraf dapat dibagi lagi
atas anak paragraf dan seterusnya. Jumlah bab dalam skripsi tergantung pada
pembagian yang logis serta sifat pada materi yang dibahas. Dalam bagian ini
tercantum teks yang secara ilmiah memaparjan penelitian, pengembangan model
atau prototipe yang dilakukan serta hasil-hasil yang doperoleh dari penelitian
tersebut. Penyajian lugas dan sistematis, menggunakan bahasa Indonesia sesuai
kaidah dan tat bahasa yang berlaku,
Biasanya berisi
kelenngkapan-kelengkapan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Dalam Bab PENDAHULUAN,
yang merupakan BAB I skripsi,, dikemukakan dengan singkat dan jelas:
1) Latar
belakang
Persoalan,
mengungkap latar belakang timbulnya masalah yang akan dibahas dalam skripsi.
Latar belakang memuat masalah penelitian dan alasan logis-rasional mengapa
suatu masalah terebut harus diteliti atau dicari jawabannya melalui penelitian.
Untuk mempertegas latar belakang perlu adanya data faktual yang dapat diperoleh
dari berbagai sumber.
2)
Identifikasi masalah
Identifikasi masalah
telah memuat faktor-faktor penyebab terjadinya suatu masalah. Identifikasi
menjelaskan hal-hal dominan apa yang menjadi penyebab terjadinya suatu masalah.
Dalam identifikasi masalah, peneliti hendaknya menjelaskan faktor-faktor yang
berkaitan atau yang menjadi penyebab terjadinya masalah dengan argumentasi yang
logis dan kritis berdasarkan fakta empiris dan teoritis yang mendalam.
Identifikasi masalah disusun dalam bentuk pernyataan bukan dalam bentuk
pertanyaan-pertanyaan.
3)
Pembatasan Masalah
Pembatasan masallah
juga mempunyai arti menetapkan ruang lingkup penelitian dan batasan operasional
variabel penelitian. Kecuali itum pembatasan dapat dilakukan pada aspek waktu,
lokasi, dan objek atau subjek penelitian.
4)
Perumusan masalah
Perumusan masalah
berisi rumusan pernyataan-pernyataan yang akan dicari jawabannya mealui
penelitian. Perumusan masalah dibuat berdasarkan hasil identifikasi dan
pembatasan masalah.
5)
Tujuan penelitian
Secara umum tujuan
penelitian adalah untuk memberi jawaban
atas permasalahann penelitian yang telah dibuat dalam bentuk rumusan masalah.
Tujuan penelitian dinyatakan dalam kalimat yang sifatnya menggali atau
mendalami informasi. Kata-kata yang bia digunakan dalam tujuan penelitian
antara lain: untuk mempelajari, mengeksplorasi, mengkaji, menemmukan atau
mengungkapan.
6)
Kegunaan penelitian
Kegunaan penelitian membicarakan
manfaat atau kegunaan atau kontribusi apa yang dapat diperoleh setelah masalah
penelitian terpecahkan atau hasil penelitian dilakukan. Kegunaan penelitian
dapat berbentuk kegunaan teoritis berupa pengetahuan baru untuk pengembangan
keilmuan dan program studi tertentu. Kegunaan atau manfaat penelitian dapat
dibuat juga dengan menyebut pihak-pihak yang dapat memperoleh manfaat langsung
dari hasil penelitia yang telah dilakukan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Dalam Bab Tinjauan
Pustaka, yang merupakan BAB II skripsi, diulas berbagai publikasi resmi yang
berhubungan dengan masalah yang diteliti atau direncanakan modelnya, mencakup
antara lain: aspek masalah yang diteliti, pendekatan pemecahan masalah yang
digunakan dan/model kerangka konsep yang dipakai.
A.
Deskripsi Teoritik
Dalam penelitian
kuantitatif, deskripsi teoritik berisi teori-teori yang dijelaskan ke dalam
bentuk konsep-konsep penting dari variabel peneliian. Dalam penelitian
kuantitatif memuat penjelasan, komparasi, analisis, dan sintetis terhadap konsep-konsep
dari variabel tak bebas dan variabel bebas.
Teori dalam penelitian
kualitatif akan berkembang dalam proses penelitian dan diorientasikan kepada
deskripsi dan pemahaman sosial-pendidikan.
B.
Hasil penelitian yang relevan
Bagian ini berisi hasil
kajian dari laporan hasil-hasil penelitian terdahulu yang sesuai dengan masalah
atau tema pokok yang diajukan peneliti. Kajian hasil penelitian relevan sangat
penting karena dapat membanu peneliti untuk:
(1)
Menjadi pembanding tentang penemuan
sebelumnya yang akan menjadi kelebihan dan kelemahan .
(2)
Mencegah terjadinya duplikasi atau
replikasi penelitian
(3)
Melakukan koreksi terhadap hasil
penelitian sebelumnya dari aspek ketepatan masalah, teori dan metodologis.
C.
Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir
merupakan jembatan untuk menyusun hipotesis. Kerangka berpikir adalah
argumentasi –argumentasi logis, rasional dan kritis mengenai hubungan atau
keterkaitan antara variabel penelitian yang disusun peneliti berdasarkan hasil
komparasi, analisis dan sintetis teori.
D.
Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian
atau biasa disebut sebagai hipotesis verbal dibentuk berdasarkan kerangka
berpikir yang telah disusun peneliti. Hipotesis penelitian adalah hasil kajian
pustaka atau proses rasional dari penelitian yang telah mempunyai kebenaran
secara otentik. Kebenaran hipotesis masih harus diuji kebenarannya. Hipotesis
disusun dalam tiga bentuk, yaitu:
a.
Hipotesis deskriptif: kesimpulan
sementara terhadap rumusan masalah deskriptif.
b.
Hipotesis asosiatif: kesimpulan masalah
sementara terhadap rumusan masalah asosiatif
c.
Hipotesis komparatif: kesimpulan
sementara terhadap rumusan masalah komparatif.
BAB III METODOLOGI
PENELITIAN
Untuk skripsi yang
menggunakan penelitian kuantitatif dalam Bab METODOLOGI PENELITIAN, yang
merupakan BAB III dijelaskan bebrapa hal ppokok, yaitu:
A.
Tempat dan Waktu penelitian
Tempat
penelitian adalah tempat atau lokasi dimana penelitian dilakukan. Sedangkan
waktu penellitian berisi penjelasan kapan penelitian dilakukan dan lamanya
penelitian tersebut dilakukan.
B.
Metode dan disain penelitian
Metode
penelitian berisi jenis penelitian yang digunankan peneliti untu memcahkan
masalah penelitian. Berbagai ragam metode atau tekhnik penelitian antara lain:
kausal komparatif, deskriptif, evaluasi, kebijakan, tindakan kelas, sejarah,
survei, studi kasus, pengembangan (R & D), dan metode penelitian
kepustakaan.
Disain
penelitian adalah rancangan penelitian yang berisi pola umum penelitian yang
akan digunakan peneliti. Disain penelitian biasanya akan megikuti pola dari
metode penelitian yang dipilih sendiri oleh peneliti.
C.
Populasi dan Sampling
Istilah
populasi biasanya dijumoai dalam penelitian kuantitatif. Karena sesuai dengan
prinsip penelitian kuantitatif yang selalu mengambil sampel untuk populasi.
Populasi dalah suatu himpunan dengan sifat-sifatnya yang ditentukan oleh
penelitif sdemikian rupa sehingga setiap individu/variabel/data dapat
dinyatakan dengan tepat. Sedangkan sampel adalah sebagian dari unit-unit dalam
populasi yang ciri-ciri atau karakteristiknya benar-benar diselidiki.
D.
Teknik Pengumpulan Data
Mengumpulkan
data berarti mencatat peristiwa, karakteristik, elemen, nilai variable. Teknik
pengumpulan data menjelaskan teknik apa yang digunakan untuk menjaring data
tentang variabel atau fokus penelitian. Pada penelitian kuantitatif pengumpulan
data bisa dilakukan dengan tes atau non tes. Pada penelitian kualitatif mngkaji
perspektif partisipan dengan multi strategi. Contoh tekhnik pengumpulan data
seperti: observasi, dokumentasi, wawancara.
E.
Teknik Analisis Data
Analisi
data dimulai dengan pengolahan data mentah. Mengolah data berarti membuat data
ringkasan berdaarkan data mentah hasil pengumpulan data. Analisi data pada
penelitian kuantitatif menggunakan tekhnik statistik. Hal ini brarti bahwa
ketetapan tekhnik statistik yang digunakan dan ketelitian perhitungan. Pada
penelitian kualitatof, analisis data dimulai dari reduksi data, kategorisasi
data, sintesis, dan diakhiri dengan menyusun hipotesinya. Analisis data dalam
penelitian kuakitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama
dilapangan dan setelah selesai lapangan. Analisi data yang akan dipergunakan
dalam penelitian kuaitatif adaah model analisis data mengalir (flow model).
Sejumlah langkah analisis terdapat dalam sejumlah model ini, yakni pengumoulan
data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles dan
Huberman, 1992: 15-20).
BAB IV. HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bagian ini merupakan
BAB IV skripsi, yang memaparkan hasil penelitian secara objektif. Untuk
analisis data kuantitatif, analisis dilakukan secara bertahap dari distribusi
frekuensi, kemudian analisis bivariat. Pada tahap ini, analisis dilakukan
dengan membaca dan menterjemahkan hasil penelitian di atas secara objektif dan
belum menampilkan pendapat/subjektivitas peneliti.
Untuk analisis data
kuantitatif, anlisis dilakukan dengan menuliskan hasil penemuan laoangan secara
sistematis topik demi topik. Pembuktian data hasil lapangan dapat diperoleh
dari wawancara, observasi, angket dan lain-lain dari penelitian lapangan dan
atau penelitian kepustakaan perlu ditekankan.
Untuk pembuatan model
dan hasil kegiatan lapangan pada bagian ini dapat dipaparkan bagaimana model
tersebut dapat dioperasikan.
Pembahasan hasil
penelitian secara menyeluruh, dilakukan dengan cara membandingkan hasil
penelitian tersebut dengan teori atau hasil penelitian terdahulu sepeerti yang
dituliskan dalam tinjauan pustaka.
Terakhir, pada pembahasan
inilah mahasiwa diharuskan untuk mengutaraka bagaimana pendapatnya tentang
masalah tersebut, setelah melakukan perbandingan antara apa yang ditemukan di
lapangan dengan eori dan hasil penelitian sebelumnya. Kemampuan mengutarakan
analisis dalam persepektif keilmuan menurut visi mahasisiwa, amat dientingkan
dalam bab ini.
Bagian-bagian dari BAB
IV ini antara lain:
A.
Deskripsi Data
Deskripsi data berisi
pemaparan data temuan penelitian. Dalam penelitian kuantitatif deskriosi data
berisi hasil-hasi dari analisis deskriptif. Pemaparan hasil analisi deskriptif
disajikan atau dirangkum dalam bentuk tabel dan dalam bentuk visual secara
grafik atau diagram yang menggambarkan keadaan, sifat, pola dan kecendrungan
suatu data hasil penelitian.
B.
Pengujian hipotesis
Pengujian hipotesis
berisi hasil-hasil perhitungan dengan menggunakan teknik analisis statistik
tertentu. Hasil-hasil analisis ini dirangkum atau disajikan dalam bentuk tabel
hasil pengujian hipotesis.
C.
Pembahasan Hasil penelitian
Uraian metodologi penelitian
yang membicarakan tentang:
a. Rancangan
penelitian
b. Jenis
variabel dan pengukurannya
c. Responden
d. Metode
penarikan sampel
e. Metode
pengumpulan data
f. Instrumen
penelitian
g. Analisi
data (model analisis)
Kita mengenal aada berbagai model
analisi misalnya analisis regresi dan korelasi, analisis linier programing,
analisis input-output. Analisis benefit-cost ratio dan sebagainya. Dari metode
analisis yang dipilih kemukakan kebaikan dan kelemahannya atau ketebatasannya
dalam kemukakan usahausaha untuk mengatasi kelemahannya.
7)
Outline laporan penelitian yang merupakan
ikhtisar dari skripsi.
Dalam
subbab ini diuraikan secara singkat pada bab-bab yang ada dalam skripsi. Dengan
perkataan lain diuraikan struktur atau sistematika skripsi. Sesudah bab pendahulu, kemudian dikemukakan
bab-bab penguraian dan dibagi menurut bagianbagian yang logis.
A.
Bab uraian tertulis teoritis (tinjauan
pustaka)
Dalam
bab ini diketegahkan teori-teori ilmu pengetahuan yang bersangkutan dengan
persoalan yang sedang diteliti. Misalnya yang sedang diteliti masalah pemasaran
komoditi hasil pertanian, maka diketegahkan teori-teori ilmiah tentang
pemasaran (tata niaga) komoditi hasil pertanian. Teori di sini mencakup pula
hasil-hasil penelitian yang sudah ada dari peneliti terdahulu dalam bidang yang
sama. Perlu diperhatikan bahwa uraian teori disini supaya diarahkan pada
penguatan hipotesis yang telah dikemukakan pada bab pendahulluan.
B.
Bab-bab uraian empirik (hasil
penelitian)
Salam
bab-bab ini disajikan data yang didaat dari penelitian lapangan (setelah data
yang dibutuhkan dikumpulkan, disusun, dan diolah). Dari data yang telah
disajikan itu kemudian diadakan penganlisisan, untuk nantinya pada
kesimpulan-kesimpulan hasil analisis. Perlu diperhatikan juga bahwa analisis
data hendaknya diarahkan pada pembuktian hipotesis yang telah dikemukakan oleh
penulis.
Banyaknya
bab uraian empirik ini ditentukan menurut kebutuhan. Umumnya dipisahkan dalam
“Bab Gambaran Umum Objek Penelitian”, “Bab Analisis Data”, dan “Bab Kesimpulan
dan Saran”.
C.
Bab terakhir
Dari
skripsi selalu merupakan bab kesimpulan dan saran. Bab terakhir dari bagian
tengah ini biasanya terdiri dari subbab, yaitu:
1) Kesimpulan
Perlu di perhatikan bahwa kesimpulan
tidaklah sama dengan ikhtisar. Sesuatu yang menyimpulkan akan memprhatikan
interprestasi mengenai implikasi hubungan dan akibat atau hasil dari segenap
uraian yang mendahuluinya, edangka ikhtisar meringkaskan aoa yang telah
diuraikan. Dalam mengemukakan kesimpulan penulis tidak diperkenankan
menyimoukan sesuatu apabila pembuktiannya tidak terdapat dalam penguraian.
Dalam hipotesis yang telah dikemukakan pada bab pendahuluan terbukt benar atau
sebaliknya tidak benar.
Untuk melihat ketetapan dan kewajaran
“kesimpulan” perlu dijawab pertanyaan-pertanyaan dibawah untuk mengeceknya:
a) Apakah
kesimpulan itu dapat diperkuat dengan bukti-bukti yang terdapat dalam uraian?
b) Apakah
kesimpulan itu langsung berhubungan dengan pembuktian benar tidaknya sesuatu
hipotesis, selanjutnya untuk hipotesis yang mana?
c) Apakah
kesimpulan itu diperoleh dari hasil pertimbangan yang tidak memihak terhadap
data?
d) Apakah
keseluruhan merupakan jawaban yang langsung terhadap masaah dan tujuan
penelitian?
e) Apakah
perumusan kesimpulan telah jelas dan teliti sehingga setiap pembaca dapat
menangkapnya?
3.
Bagian akhir (reference section)
Biasanya berisi
kelengkapan-kelengkaoan sebagai berikut:
a)
Daftar pustaka (bibliografi)
Yang dimaksud dengan
daftar kepustakaan ialah suatu daftar yang terperinci dan sistematis dari semua
karya ilmiah oleh penulis yang oleh penulis dopergunakan dalam menulis
skripsinya baik secara langsung atau tidak langsung. Penggunaan langsung yaitu
apabila penulis mengutip kallimat-kalimat tertentu dari suatu karya ilmiah,
sedang penggunaan tidak langsung yaitu apabila penulis hanya membaca karya
ilmiah tertentu sebagai bahan pembanding dan tidak mengutip kalimat. Pedoman
yang perlu diperhatian ialah bahwa semua sumber bahan yang digunakan dalam
penyusuna skripsi harus dimasukkan dalam daftar kepustaskaan, kecuali
bahan-bahan yang tidak terdapat dalam perpustakaan misalnya keterangan lisan.
Daftar pusaka ditulis dengan urutan: nama
pengarang (nama kedua jika namanya terdiri dari dua kata yang bukan merupakan
nama terakhir), koma, nama lengkap tanpa gelar, baik akademik maupun
kehormatan, seperti: Prof. Dr. Ma. M.Sc. Drs., S.Ag atau KH., dan sebagainya,
koma, judul buku/karya dicetak miring, koma, jilid atau volume, koma, tempat
penerbitan. Penulisan nama pengarang disusun menurut urutan alfabetis dengan
mendahulukan nama keluarga dan ,arga (kalau ada) atau nama belakang, dan
diketik pada ketukan pertama selanjutnya baris kedua dan berikunya diketik
mulai ketukan kelima. Nama penulis yang dimulai dengan kata sandang alurutan
alfabetissnya bukan huruf A, melainkan huruf sesudah al
Contoh: Kurniawan, Deni
(2011). Pembelajaran Terpadu. Bandung:
Pustaka Cendikia Utama.
b)
Lampiran atau appendix (bila ada)
Yang dimaksud dalam
lampiran misalnya formulir, surat keterangan, daftar pertanyaan, daftar angket,
contoh-contoh, peraturan-peraturan, akte perjanjian, anggaran rumah tangga dan
sebagainya. Lampiran diperlukan apabila ada bahan bahan yanh bersifat
suplementer (melengkapi) atau eksplanatoria (menjelaskan) yang tidak perlu
dimasukkan dalam teks. Bilamana terdapat lebih dari sebuah lampiran dapat
disesuaikan dengan uratan keperliannya dalam keseluruhannya. Lampiran biaanya
ditandai dengan angka romawi besar, jadi lamppiran yang ertama disebut Lampiran
I dan seterusnya.
c)
Indeks (bila ada)
Mungkin dalam skripsi
itu banyak terdapat kata atau istilah asing atau bahasa daeraah yang kiranya
memerlukan penjelasan tersendiri, maka kata dan istilah asing beserta
penjelasannya dapat dimasukkan dalam indeks istilah. Indeks ini dapat juga
untuk menyajikan daftar pengarang di mana tulisan-tulisannya telah banyak
dikutp dalam skripsi tersebut, dan daftar subjek pembicaraan penting yang
terdapat dalam skripsi tersebut. Keduanya berturut-turut dinamakan indeks
pengarang dan indeks ubjek. Indes ini disusun secara alfabetis agar mudah
dicari. Contoh terlampir.
d)
Kesimpulan
Meupakan BAB V skripsi,
yang memuat kesimpulan hasil penelitian secara sistematis yang berkaitan dengan
upaya menjawab hipotesis dan/tujuan penelitian. Pada akhir bab ini dikemukakan
saran-saran yang berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan maupun model/prototipe
yang dihasilkan.
e)
Saran
Saran-saran ini harus
menunjukkan kesesuaian dengan masalah, penguraian, dan kesimpulan. Eperti telah
disinggung pada uraian bab dua, saran-saran ini merupakan manifestasi dari
keinginan peneliti untuk sesuatu yang belum terjadi dan riil apabila
dilaksanakan. Saran-saran ini biasanya dimunculkan karena peneliti melihat
kekurangan yang berhubungan dengan objek studinya. Peneliti juga harus melihat
hasil penelitiannyam dan untuk itu peneliti perlu memberi saran penelitian apa
yang seharusnya dilakukan sebagai penelitian lanjutan.
D.
Bahasa dan teknik notasi ilmiah
A) Penggunaan
Huruf
a. Huruf
besar
1.
Digunakan sebagai huruf pertama kata
pada awal kalimat. Misalnya: Dia pandai di antara teman-temannya di kelas 5
sekolah.
2.
Dibapakai sebagai huruf pertama dalam
ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan Kitab suci. Misalnya: Yang Maha
Kuasa.
3.
Dipakai sebagai huruf pertama nama gelar
kehormatan, keturunan, dan keagamaan. Tetapi tidak dipakai untuk huruf pertama
nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
Misalnya: Imam Syafi’i atau Tahun ini dia pergi naik haji.
4.
Dipakai untuk huruf pertama unsur nama
jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau dipakai sebagai pengganti nama
orang. Mislanya: Wakil Presiden.
5.
Dipakai sebagai huruf pertama
unsur-unsur nama orang. Misalnya: Syifa Khaerani.
6.
Dipakai sebagai huruf pertama nama
bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Misalnya: bangsa Indoneisa. Tetapi tidak
dipakai untuk huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai dalam
bentuk dasar. Misalnya: Mengindonesiakan bahasa asing.
7.
Dipakai sebagai huruf pertama nama
tahun, bulan, hari raya, dan persitiwa bersejarah. Misalnya: bulan September
8.
Dipakai sebagai huruf pertama nama
geografi. Misalnya: Asia Tenggara.
9.
Dipakai sebagi huruf pertama semua kata
didalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan. Misalnya: Saya
telah membeli buku Raditya Dika yang berjudul Kambing Jantan.
10.
Dipakai sebagai huruf pertama unsur
singkatan gelar, pangkat, dan sapaan. Misalnya: Dr. (doktor).
11.
Huruf kaital yang dipakai untuk
mengganti kata ganti anda. Misalnya: Sudahkah Anda Tahu?
b. Huruf
miring (italic)
1.
Huruf miring dipakai untuk menuliskan
nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya:
majalah bahasa dan Kesusteraan.
2.
Huruf miring digunakan untuk menegaskan
atau mengkhususkan huruf dalam cetakan. Misalnya: Dia bukan ditipun tapi menipu.
3.
Digunakan untuk menuliskan kata nama
ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Misalnya:
nama ilmiah padi oryza sativa.
B) Penulisan
kata
a.
Kata Dasar
Kata
dasar ialah kata yang belum mendapatkan imbuhan (awalan, akhiran atau sisipan)
dituliskan suatu kesatuan. Misalnya ibu, percaya, tahu, buku itu, sangat,
tebal.
b.
Kata turunan
1. Imbuhan
(awalan, sisipan, akhiran) ditulis seranglai dengan kata dasarnya. Misalnya:
bergeletar, dikelola, penataan, mempermainkan.
2. Jika
bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan, atau akhiran ditulis serangkai
dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Misalnya: bertepuk
tangan.
3. Bentuk
dasar berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, usur gabungan
kata itu ditullis serangkai. Misalnya: menyebarluaskan.
4. Jika
salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis
serangkai. Misalnya: antar kota, intropeksi, mahasiswa.
5. Kata
maha adalah kata gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang bukan dasar,
gabungan itu tertulis terpisah. Mislanya: mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa.
c.
Kata ulang
Bentuk
ulang ditulisa secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. Misalnya:
anak-anak.
d.
Gabungan kata.
1. Gabungan
kata sering disebut majemuk,termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis
terpisah. Misalnya: duta besar.
2. Gabungan
kata, termasuk istilah khusus yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian
dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang
bersangkutan. Misalnya: alat pandang-dengar, anak istri saya.
3. Gabungan
kata brikut ditulis serangkai. Mialnya: Bissmillah, acapkali, adakallanya.
e.
Kata ganti ku, kau, mu, dan nya
Kata
ganti: ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, ku, mu, dan
nya ditulis serangkai dengan kata yang mendaahuluinya. Misalnya: apa yang
kumiliki boleh kau ambil
f.
Kata depan di, ke, dan dari
Kata
depan: di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di
dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada.
Misalnya: kain itu terletak di dalanm lemari.
C) Pemenggalan
Kata
Dalam suatu naskah,
untuk efisiensi dan estetika sehingga trlihat danya
Selain adanya daftar
putsaka sebagai sumber yang ditulis pada Bab akhir, masih ada juga hal yang
diperhatikan saat menulis skripsi yaitu: body note. Cara pengutipan dengan body
note dilakukan dengan cara mengacu pada suatu sumber informasi yang dimasukkan
langsung ke dalam naskah. Hal ini adalah bila penulis mencantumkan sumber
langsung dalam tubuh teks atau dalam kalimat yang dikutip oleh penulis.
Pencantuman body note dilakukan dengan memberikan nama pengarangm tahun terbit,
dan halaman yang dikutip.
a.
Sumber kutipan ditulis di awal kalimat
atau awal teks:
1. Satu
sumber kutipan dengan satu penulis: Suharsimi Arikunto (2006: 189) menyatakan
bahwa........; atau menurut Arikunto (2006: 189) bahwa................
2. Satu
sumber kutipan dengan dua penulis; Cooper dan Schlinder (2003:24) menyatakan
bahwa...................
3. Satu
sumber kutipan lebih dari dua penulis: Guan et al. (2009: 32) menyebutkan
bahwa........
b.
Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat
atau awal teks:
1. Satu
sumber kutipan dengan satu penulis:........................
(Suharsimi Arikunto, 2006: 189)
2. Satu
sumber kutipan dengan dua penulis:............................. (Cooper dan
Schlinder, 2003: 24)
3. Satu
sumber kutipan lebih dari dua penulis:............ (Guan et al, 2009:32).
c.
Dua sumber kutipan dengan penulis yang
sama. Misal: John (2006, 2007); jika tahunnya sama Sumiyana (2010a, 2010b)
d.
Sumber kutipan berupa banyak pustaka
dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Abody dan Kaszmik, 2000 Guan
et al., 2000)
e.
Sumber kutipan tidak menyebut nama
penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan (2010).
f.
Sumber kutipan menyebut suatu peraturan
atau undang-undang: Undang-undang No.12 Tahun 2012....
g.
Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott
(2000) dalam asyik (2009:32)
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Etika penulisan Skripsi dibutuhkan untuk
menjunjung integritas moral dalam dunia akademisi dan menghindari plagiasi,
mahasiswa diwajibkan membuat surat pernyataan (fakta integritas) bahwa skripsi
yang ditulisnya adalah hasil karya
sendiri, benar dilakukan dan bukan hasill rekayasa atau hasil karya
orang lain dan atau dibuat oleh orang lain.
2.
Format suatu skripsi dibagi atas
bagian-bagian:
a. Bagian
awal berisi
1) Halaman
judul
2) Halaman
pengesahan
3) Halaman
motto dan srsembahan
4) Halaman
daftar isi
5) Halaman
daftar tabel
6) Halaman
daftar gambar
b. Bagian
tengah terdiri:
1) Pendahuluan
2) Uraian
teoritis
3) Uraian
empirik
4) Kesimpulan
dan saran
c. Bagian
akhir terdiri dari:
1) Daftar
Pustaka
2) Lampiran
3) Indeks
Daftar pustaka
1. Fakultas
Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Jakarta (2014); pedoman Penulisan
Skripsi
2. Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta (2014). Pedoman Penulisan Skripsi
3. Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, Metode
Penelitian, Dirjen Dikti, Jakarta 1984.
4. Margono,
S, Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta,
2010