nama dosen: dirgantara wicaksono
mata kuliah: pengembangan pembelajaran PKN di SD
Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu materi yang diajarkan
disetiap tingkatan satuan pendidikan. Berdasarkan hasil observasi yang penulis
lakukan di SDN Petukangan Utara 07 Pagi pada hari Jumat 22 Mei 2015 yang lalu sering
ditemukannya masalah yang kompleks yang datangnya dari kurikulum, materi sarana
prasarana, sumber belajar dan lain-lain. Menurut Ibu Marsinah selaku wakil
kepala sekolah biasanya seorang guru harus bisa melihat keadaan kelasnya, jika
mengetahui ada salah satu murid yang sudah merasa bosan guru tersebut mengajak
semua muridnya untuk melakukan ‘pemanasan kecil’ seperti menyanyikan lagu anak
dengan lirik yang sudah diubah sesusai dengan materi agar bisa menyemangati
siswa siswi didalam proses belajar dan agar siswanya tidak terlalu merasa
bosan. Seorang guru juga menjelaskan bahwa seorang anak tidak bisa dipaksa
belajar jika sudah merasa bosan apalagi PKN termasuk pelajaran yang banyak
hafalannya.
Jam pelajaran PKN yang hanya
diberikan waktu 2jam pelajaran (45menit/jam pelajaran) hanya diberikan waktu 90
menit dalam seminggu. Apakah waktu belajar tersebut mempengaruhi hasil belajar
siswa? Seorang guru menjawab tidak terlalu mempengaruhi tapi hasil yang dicapai
tidak sesuai dengan apa yang mereka pelajari.
Satu lagi masalah yang sering
dihadapi yang sudah penulis katakan diatas masih ada masalah yang kerap terjadi
yaitu dari faktor lingkungan yang tidak kondusif untuk merangsang minat siswa
untuk belajar. Seorang guru menuturkan, jika disekolah anak sudah diajarkan
untuk disiplin tetapi dirumah tidak diterapkan maka semuanya akan sia-sia.
Pada saat penulis menanyakan
sarana prasarananya semua guru yang sedang berada dalam ruangan kelas menjawab
sangat didukung oleh pemerintah, jika sarananya dinilai kurang biasanya
guru-guru mencari solusi bagaimana agar siswa bisa mengerti tentang materi yang
diajarkan. “Pokoknya jadi guru harus sabar, ada gak ada sarana dari pemerintah
harus tetep ngajar bukan alesan itumah”
tutur salah satu seorang walikelas 4.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar