Rabu, 17 Juni 2015

Identifikasi Masalah Pembelajaran PKN di SD

nama dosen: dirgantara wicaksono
mata kuliah: pengembangan pembelajaran PKN di SD




Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu materi yang diajarkan disetiap tingkatan satuan pendidikan. Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan di SDN Petukangan Utara 07 Pagi pada hari Jumat 22 Mei 2015 yang lalu sering ditemukannya masalah yang kompleks yang datangnya dari kurikulum, materi sarana prasarana, sumber belajar dan lain-lain. Menurut Ibu Marsinah selaku wakil kepala sekolah biasanya seorang guru harus bisa melihat keadaan kelasnya, jika mengetahui ada salah satu murid yang sudah merasa bosan guru tersebut mengajak semua muridnya untuk melakukan ‘pemanasan kecil’ seperti menyanyikan lagu anak dengan lirik yang sudah diubah sesusai dengan materi agar bisa menyemangati siswa siswi didalam proses belajar dan agar siswanya tidak terlalu merasa bosan. Seorang guru juga menjelaskan bahwa seorang anak tidak bisa dipaksa belajar jika sudah merasa bosan apalagi PKN termasuk pelajaran yang banyak hafalannya.
Jam pelajaran PKN yang hanya diberikan waktu 2jam pelajaran (45menit/jam pelajaran) hanya diberikan waktu 90 menit dalam seminggu. Apakah waktu belajar tersebut mempengaruhi hasil belajar siswa? Seorang guru menjawab tidak terlalu mempengaruhi tapi hasil yang dicapai tidak sesuai dengan apa yang mereka pelajari.
Satu lagi masalah yang sering dihadapi yang sudah penulis katakan diatas masih ada masalah yang kerap terjadi yaitu dari faktor lingkungan yang tidak kondusif untuk merangsang minat siswa untuk belajar. Seorang guru menuturkan, jika disekolah anak sudah diajarkan untuk disiplin tetapi dirumah tidak diterapkan maka semuanya akan sia-sia.
Pada saat penulis menanyakan sarana prasarananya semua guru yang sedang berada dalam ruangan kelas menjawab sangat didukung oleh pemerintah, jika sarananya dinilai kurang biasanya guru-guru mencari solusi bagaimana agar siswa bisa mengerti tentang materi yang diajarkan. “Pokoknya jadi guru harus sabar, ada gak ada sarana dari pemerintah harus tetep ngajar bukan alesan itumah” tutur salah satu seorang walikelas 4.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar