Minggu, 21 Juni 2015

Artikel untuk UAS PKN

Nama dosen: Pak Dirgantara Wicaksono
Mata kuliah: Pengenvangan Pemb. PKN di SD 



MEMBACA GAYA HIDUP LAMA YANG MODERN
 Abstrak
Membaca adalah kegiatan yang sarat manfaat dan sangat penting dalam kehidupan kita. Banyak orang sukses dan cerdas karena kecintaan mereka membaca buku dan belajar. Oleh sebab itu tingkatkan intensitas membaca terutama di waktu senggang Anda.Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada akhirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu menumbuh kan  minat baca sejak dini.  Kecerdasan dan pengetahuannya, sedangkan kecerdasan dan pengetahuan di hasilkan oleh seberapa ilmu pengetahuan yang di dapat, sedangkan ilmu pengetahuan di dapat dari informasi yang diperoleh dari lisan maupun tulisan. Semakin banyak penduduk suatu wilayah yang haus akan ilmu pengetahuan semakin tinggi peradabannya.

1.
Pendahuluan
Buku adalah jendela dunia.
Kalimat tersebut kerap kita jumpai di berbagai toko buku populer yang kita jumpai belakangan ini. Kalimat yang sangat beralasan karena ulasan buku merupakan berbagai informasi yang kita butuhkan. Politik? Ada. Sosial? Ada. Ilmu Pengetahuan? Ada. Sampai bahasan-bahasan yang  lazim kita dengar ada di buku.
Namun yang terjadi belakangan ini dan yang sering kita lihat adalah kurangnya minat membaca di kalangan anak-anak. Hasilnya? Buku-buku yang bertebaran di tukang loak, yang kemudian nanti akan digunakan menjadi benda-benda yang fungsinya jauh dari kata membaca. Miris memang, namunkita tidak lantas menyalahkan orang untuk hal ini. Banyak kesalahpahaman tentang fungsi membaca, khususnya bagi kalangan ekonomi menengah kebawah. Mereka berpikir sekolah hanya tempat mencari ijazah belaka, bukan ilmu sehingga mereka mengesampingkan fungsi membaca di kalangan anak-anak. Padahal nyatanya, minat dan tingkah laku yang paling mudah dibentuk adalah mulai dari anak-anak.
Para orang tua berpendapat kalau setingginya sang anak bersekolah, hasilnya pasti akan mengikuti jejak orang tuanya saja. “Sama seperti kita aja nantinya” begitulah yang terjadi ketika di tanya akan jadi apa anak mereka kelak selepas sekolah wajib 12 tahun. Faktor keturunan yang menjadi kendala, menurut mereka. Padahal, Gen tidak membawa sifat seperti itu. Yang dibawa oleh Gen dan DNA adalah hal biologi seperti rambut, mata, hidung, warna kulit dan sebagainya. Sekali lagi, ini adalah kurangnya membaca bagi orang tuanya juga dulu.
Padahal, membaca adalah hobi segala usia. Harusnya, bukan hanya anak-anak saja yang diwajibkan membaca karena buku tidak terbatas hanya di kalangan usia tertentu saja. Memang ada beberapa buku yang mendapatkan rating untuk dewasa, tapi tetap, buku cerita bisa di berikan kesegala usia. Settidaknya mulai dari situ, minat akan semakin berkembang menjadi hobi.
Terlepas belum terciptanya kehidupan seperti itu, penting sekali pemerintah menggerakan program wajib baca. Buku-buku yang lebih baru lebih di tambahkan, khususnya untuk sekolah-sekolah  di kawasan yang kumuh. Perpustakaan keliling juga di buat lebih menarik seperti di adakan event tahunan seperti lomba-lomba, bukan hanya mobil van putih yang agak besar dengan tulisan biru membosankan yang tertulis “PERPUSTAKAAN KELILING”. Jujur saja, kalau saya melihat hal seperti itu, saya hanya akan menganggap mobil tersebut sebagai lelucon.
2.
Metode
Metode yang digunakan adalah metode kajian pustaka. Karena saya mendapatkan data dari sumber buku, internet, dan data yang sudah ada. Saya rangkum dan saya jadikan satu dalam artikel ini.
3.
Hasil dan pembahasan
a.
Pengertian membaca
Membaca adalah kegiatan merespon lambang-lambang cetak atau lambang-lambang tulis dengan pengertian yang tepat (Harjasujana & Maryati). Membaca adalah suatu kegiatan berbahasa untuk memahami lambang-lambang bunyi bahasa yang tertulis baik bersuaraataupun tidak dalam memahami informasi-informasi yang disajikan (Herususanto). Membaca adalah proses psikologis, proses sensorik, proses perseptual, dan proses perkembangan (Harras dan Sulistianingsih).
Membaca tidak mengenal usia dan waktu. Tidak ada istilah berhenti untuk menggali ilmu. Membaca berasal dari kata “baca” yang artinya memahami arti tulisan. Membaca adalah salah satu proses yang sangat penting untuk mendapatkan hasil pengetahuan atau ilmu. Terdapat tiga cara umum membaca dalam kehidupan sehari-hari dilihat dari tujuan membaca tersebut:
1.
Membaca untuk hiburan yang tidak memerlukan pemikiran yang keras.
2.
Membaca untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang tujuannya adalah mencari dan memahami ilmu.
3.
Membaca kritis yang harus untuk mencari ilmu dan menelaah isi bacaan tersebut.

b.
Manfaat membaca untuk anak
1)
Membaca dapat melatih konsentrasi anak
Seorang anak bisa mencerna setiap informasi jika anak tersebut membaca dalam keadaan yang sadar dan disengaja. Jika anak bersemangat dalam membaca berarti menandakan anak tersebut sedang konsentrasi terhadap bacaannya.
2)
Membaca membuat pengetahuan menjadi luas
Membaca tentu saja merupakan gerbang utama pengetahuan. Dengan membaca, pengetahuan anak akan lebih banyak. Pada gilirannya, bertambahnya pengetahuan anak apabila mendapat respon positif dari lingkungan, khususnya orangtua, akan meningkatkan minat belajar. Anak menemukan keasyikan dengan membaca sebagai salah satu proses belajar, sementara pengetahuan yang diserap melalui membaca meningkatkan rasa ingin tahu dan dorongan untuk menemukan yang lebih besar, sehingga memacu anak belajar lebih keras dalam bentuk eksperimen, mengamati maupun bentuk-bentuk belajar lainnya. Setelah mendapatkan pengetahuan anak  juga akan menggali pengetahuan yang baru yang masih berhubungan dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya.
3)
Dengan meembaca, melatih kecakapan berbahasa anak
kecakapan berbahasa sangat mempengaruhi keterampilan berpikir logis dan sekuensial. Membaca merupakan cara awal melatih anak untuk cerdas, oleh karena itu pentingnya anak diajarkan membaca bukan hanya oleh guru tetapi orang tua juga sangat berperan penting.
4)
Memanfaatkan waktu luang anak
Masa anak-anak adalah masanya bermain, tetapi jika seorang anak diberikan waktu yang berlebih hanya untuk bermain juga pasti bukan hal yang bagus.
5)
Mengembangkan pusat imajinasi anak
Dengan membaca maka anak akan berimajinasi tentang hal yang dibaca. Caranya dengan menggambarkan kejadian yang telahberlangsung dalam gambar. Maka dengan cara seperti itu anak tersebut dapat mengembangkan imajinasi dan melatih aktivasi otak kanan.
c.
Merangsang anak gemar membaca
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengajak anak agar membaca bisa menjadi hobi. Berikut penulis rangkum cara yang bisa diterapkan:
1)
Berdongeng
Salah satu cara yang paling ampuh adalah memancing anak mendengar cerita cerita. Setelah anak mengetahui cerita yang telah dibacakan, biasanya akan timbul rasa ingin tahu tentang cerita selanjutnya atau cerita yang lebih dari yang sudah diceritakan.
2)
Ajak ke toko buku
Kadang anak tidak punya ide mengenai topik apa yang ia sukai. Ajaklah ia ke toko buku biarkan ia menemukan sesuatu yang menarik dari buku.
3)
Belikan sebuah buku
Majalah anak berisi beragam topik, pasti ada topik-topik tertentu yang disukai anak. Ini dapat membantu anda mengetahui minat baca anak.
4)
Ciptakan lingkungan membaca untuk anak
Sediakan di rumah waktu luang agar anak bisa membaca. Ruangan khusus dirumah yang berisi rak rak buku.
5)
Berikan pengetahuan tentang manfaat membaca
Ini adalah cara terakhir bagaimana anak bisa menyukai membaca, jika anak sudah mengetahui mengapa membaca itu penting pastinya akan sendirinya anak tersebut menyukai bacaan.
4.
Kesimpulan
Seperti yang sudah kita ketahui buku adalah jendela dunia, jika kita membaca buku maka kita mengetahui dunia walau baru saja membacanya. Maka dari itu membaca adalah kegiatan yang positif karena banyak manfaat dari membaca, dari mulai menambah wawasan dan informasi.
5.
Saran
Jika ingin banyak tahu, maka banyaklah membaca.
6.
Daftar Pustaka
H. A, Abd. Rachman, dkk.1983. Minat Baca Murid Siswa Sekolah Dasar di Jawa Timur. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Muktiono, Joko D. 2003. Aku Cinta Buku:Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Putra, R. Masri Sareb. 2008. Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini. Jakarta: PT INDEKS.
Supriyadi. 1986. Pengantar Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Malang: IKIP Malang.
Kamus Besar Bashasa Indonesia Edisi Ketiga. 2002. Jakarta: Balai Pustaka.

http://intips-kesehatan.blogspot.com/2013/11/manfaat-kejut-baca-buku-kesehatan-tubuh.html
diunduh: selasa, 9 Juni 2015
http://www.mizandiansemesta.co.id/meningkatkan-kecerdasan-anak-melalui-membaca/
diunduh: Selasa, 9 Juni 2015



Tidak ada komentar:

Posting Komentar